TribunJatim/

Melawan, Spesialis Pencuri Hewan ini Tewas Ditembak Polisi

Perjalanan panjang Juli (45), warga Desa Ranu Bedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berakhir, Selasa (8/8/2017) dinihari.

Melawan, Spesialis Pencuri Hewan ini Tewas Ditembak Polisi
surya/Galih Lintartika
Keluarga pelaku pencurian hewan 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Perjalanan panjang Juli (45), warga Desa Ranu Bedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berakhir, Selasa (8/8/2017) dinihari.

DPO pelaku pencurian hewan (curanwan) di wilayah hukum Polres Probolinggo ini tewas ditembak polisi di rumahnya.

Penembakan itu dilakukan karena yang bersangkutan sempat melawan saat ditangkap. Bahkan, tersangka pun mengajak berkelahi polisi.

Dari data yang didapatkan, pelaku mendapatkan dua kali tembakan di bagian dada kanan dan kirinya.

Sayangnya, nyawa Juli tidak tertolong saat perjalanan ke rumah sakit. Ia menghembuskan nafas terakhir di tengah perjalanan, karena kehabisan darah.

"Penangkapan itu kami lakukan, setelah anggota mendengar pelaku pulang ke rumahnya. Pelaku merupakan kelompok spesialis curanwan sadis di Probolinggo," kata Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

Dikatakan Arman, penembakan itu dilakukan karena tersangka melawan dan memukul anggotanya. Pukulan itumengenai hidung dan mata kiri. Tak hanya itu, Juli juga berusaha merampas senpi petugas.

“Tersangka kemudian roboh di dalam rumahnya. Kemudian anggota kami berupaya untuk mengeluarkan tersangka dari dalam rumah, dan membawanya ke rumah sakit " tambah Arman Asmara.

Namun, ternyata tersangka kembali melakukan perlawanan yang mencoba untuk mengambil senpi petugas dari arah belakang. Akibatnya petugas jatuh dari sepeda motor. Selanjutnya polisi kembali menembaknya.

“Pelaku ini dan kelompok terkenal sadis, tak segan-segan melukai korbannya. Ia menjadi DPO kasus pencurian hewan di tiga kecamatan, yakni Tegalsiwalan, Banyuanyar dan Tiris,” tutup mantan Kasubdit III Ditnarkoba Polda Metro Jaya ini. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help