TribunJatim/

Terkait Proyek Lebih Rp 10 Miliar, Kejari Magetan Periksa 26 Orang, Ini Targetnya

- Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, Jawa Timur ngebut memproses dugaan tindak penyimpangan di puluhan proyek pengadaan bibit tanaman keras di Badan L

Terkait Proyek Lebih Rp 10 Miliar, Kejari  Magetan Periksa 26 Orang, Ini Targetnya
Surya/Doni Prasetyo
Vertical Garden (Taman Tegak Lurus) di Jembatan Gandong yang memakan waktu ratusan juta rupiah ini, salah satu diantaranya dari puluhan proyek pengadaan bibit tanaman keras yang anggarannya saat ini dipelototi Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, karena diduga sarat penyimpangan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan, Jawa Timur ngebut memproses dugaan tindak penyimpangan di puluhan proyek pengadaan bibit tanaman keras di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Magetan, yang diduga merugikan keuangan negara.

Sebanyak 26 orang diperiksa, belasan diantaranya dari pengusaha kontraktor, sisanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan warga setempat, yang mengetahui pelaksanaan proyek pengadaan bibit tanaman keras.

"Target Kejari, bulan Agustus 2017 ini sudah tuntas, dan ditemukan tersangka baru dari proyek itu," kata Kepala Seksi Pidana Khusu (Kasi Podsus) Kejari Magetan Achmad Taufik Hidayat kepada Surya, Selasa (8/8/2017).

Menurut Taufik, pemeriksaan kepada 26 orang itu, untuk mengetahui pelaksanaan puluhan proyek itu, diantaranya dua proyek "vertical garden" (taman tegak lurus) yang berlokasi menghabiskan anggaran lebih dari seratus juta rupiah.

"Taman vertical garden di Jembatan Gandong 1 Kecamatan/Kabupaten Magetan dan jembatan Mandoran, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, itu hanya contoh dari puluhan proyek di BLH Magetan," jelas Achmad Taufik.

Dikatakan Taufik, Rabu (9/8/2017), akan memanggil Kepala Dinas BLH untuk dimintai keterangan terkait masalah pelaksanaan puluhan proyek pengadaan bibir tanaman keras di satuan kerja (Satker) setempat

"Surat undangan panggilan sudah kami layangkan. Mudah mudahan Kepala BLH tidak sakit atau kunjungan kerja (Kunker) ke luar daerah," jelasnya

Ditegaskan Taufik, pemeriksaan kasus proyek pengadaan bibit tanaman keras di satuan kerja BLH Pemkab Magetan ini, bulan Agustus 2017, Insyah Allah, sudah bisa diselesaikan, tinggal pengenakan status.

"Mudah mudahan, Agustus 2018 ini kami sudah bisa menyelesaikan dan bisa mengetahui siapa tersangkanya. Kasus ini nilainya sangat besar. Tapi ini masih kami calculasikan. Kalau menyebut satu satu tidak hafal. Karena saling terkait," kata Taufik.

Kasus proyek pengadaan bibit tanaman keras ini prosesnya sangat cepat mulai dari penyelidikan sampai akan memasuki penyidikan. Diperkirakan tidak sampai empat bulan. Karena selesai kasus BLH ini, Kejari akan memproses kasus lain yang sudah masuk daftar di Seksi Pidsus.

"Kita kerja keras sejak beberapa bulan ini untuk segera nenyelesaikan sejumlah kasus jang saat ini sudah nasuk daftar penyelesaian di Seksi Pidsus. Karena itu, kasus BLH harus sekesai bulan Agustus inj,"pungkas Kasi Pidsus Achmad Taufik Hidayat. (Surya/Doni Prasetyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help