TribunJatim/

4 Pengguna Narkoba di Pasuruan Dibekuk Polisi

Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Pasuruan kembali menangkap empat pengguna sabu-sabu aktif di wilayah Pasuruan, Kamis (10/8/2017) dinihari.

4 Pengguna Narkoba di Pasuruan Dibekuk Polisi
surya/Galih Lintartika
Kapolres Pasuruan saat ditemui usai melihat penangkapan empat orang yang hendak pesta sabu. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Pasuruan kembali menangkap empat pengguna sabu-sabu aktif di wilayah Pasuruan, Kamis (10/8/2017) dinihari.

Mereka adalah Dimas (21) warga Dusun Jogonalan, Kelurahan Jogosari Kecamatan Pandaan, Bidin (23) warga Dusun Shuru, Desa Surasudo, Kecamatan Sukorejo, Arifin(30) dan Khusairi (39) warga Dusun Kaliputih, Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol, Pasuruan.

Keempat orang diamankan di tempat yang berbeda. Semula, polisi menangkap Dimas, yang bersangkutan mengaku membeli sabu untuk digunakan pesta dengan tiga temannya, Bidin, Arifin, dan Khusairi.

Setelah itu, polisi mengamankan tiga teman Dimas. Dari empat tersangka, polisi mengamankan barang bukti 2,6 gram sabu, dan 150 butir pil double L atau pil koplo.

Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, kondisi peredaran narkoba di Kabupaten Pasuruan hari ini sangat memprihatinkan. Dari data yang tercatat, sejak Januari – Agustus, Polres Pasuruan berhasil mengungkap 107 kasus penyalahgunaan sabu-sabu.

“Jumlah itu yang membuat indikator bahwa Pasuruan ini sedang darurat narkoba. Banyak orang yang menggunakan narkoba. Bahkan, yang belum tertangkap pun juga banyak,” kata n AKBP Raydian Kokrosono.

Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Ia mengaku, pihaknya memiliki komitmen untuk memerangi peredaran narkoba. Bahkan, pihaknya pun sudah menyiapkan program untuk meminimalisir peredaran narkoba di Kabupaten Pasuruan.

“Ada beberapa kegiatan yang sudah kami siapkan. Tidak hanya itu, setiap kali saya berkunjung ke suatu tempat, saya selalu menyampaikan bahwa narkoba harus diperangi, jangan dibiarkan,” jelasnya.

Ia menyebut, pihaknya sudah menggandeng beberapa pihak dan stakeholder terkait. Ia juga mengaku sudah bekerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pasuruan,dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli dengan narkoba.

“Intinya, kami ingin meminimalisir peredaran narkoba sehingga tidak semakin merajalela,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam 107 kasus ini, ada kasus menonjol yakni penangkapan sopir angkot.

Menurutnya, sopir angkot ini merupakan pengguna aktif sabu-sabu. Ia menyebutkan, kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat tanggung jawab sopir angkot itu besar karena membawa nyawa orang banyak.

“Kami akan koordinasi dengan stakeholder terkait, kami akan gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk perang dengan narkoba,” pungkasnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help