TribunJatim/

Mobil Pikap Angkut Puluhan Orang Sambang Haji Terbalik di Jalan Pasuruan, Satu Tewas, 20 Luka-luka

Mobil Pikap Nopol W 9884 L mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Patebon, Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/8/2017)

Mobil Pikap Angkut Puluhan Orang Sambang Haji Terbalik di Jalan Pasuruan,  Satu Tewas, 20 Luka-luka
surya/Galih Lintartika
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Meylissa Amalia saat mendatangi lokasi kejadian, dan kondisi korban saat berada di RS Soedarsono. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Mobil Pikap Nopol W 9884 L mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Patebon, Desa Patebon, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (10/8/2017) sekira pukul 17.00.

Satu penumpang dinyatakan meninggal dunia dan 20 orang mengalami luka ringan (LR) dan luka berat (LB).

Korban meninggal adalah Vina Nur Amelia Putri (6) warga Dusun Duren, Desa Mangguan, Kecamatan Pasrepan. Informasi yang didapatkan, kecelakaan itu disebabkan karena sopir pikap Khuznaini (40) lalai dalam berkendara sehingga membuat mobil pikap oleng dan menabrak pohon palm berukuran besar.

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Meylissa Amalia mengatakan, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan sopir pikap ini.

"Pertama, dia memaksakan mobil yang diperuntukkan untuk mengangkut barang digunakan untuk mengangkut orang. Ini jelas kesalahan fatal, bahkan jumlah penumpang yang dimuat luar biasa, yakni 23 orang," katanya kepada Surya saat ditemui di RS Soedarsono, Purut, Kota Pasuruan.

Dia menjelaskan, kedua, dugaan kuat, sopir melaju dengan kecepatan tinggi. Setibanya di lokasi, diduga mobil pikap mengalami trouble, sehingga sopir pun tidak bisa mengendalikan lajunya.

"Mobil menabrak pohon palm, dan langsung terbalik ke kanan. Penumpang yang dimuat dalam pikap langsung terjatuh," terangnya.

Mantan Kasatlantas Polres Jombang ini mengimbau kepada semua masyarakat Pasuruan khususnya, agar tidak menggunakan mobil pikap atau bak terbuka untuk mengangkut orang.

Ia berharap, kejadian ini bida dijadikan sebuah pelajaran berarti.

"Jangan gunakan mobil pikap untuk mengangkut orang. Peruntukkannya untuk barang ya barang, jangan mengangkut orang," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help