TribunJatim/

Baru 4 Tahun Dibangun, Gedung SD Garapan Anggota DPRD Magetan Terancam Runtuh

Gedung SDN Durenan 2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan atapnya terancam runtuh. Padahal, gedung SD itu belum genap empat tahun dibangun.

Baru 4 Tahun Dibangun, Gedung SD Garapan Anggota DPRD Magetan Terancam Runtuh
Surya/Doni Prasetyo
Ganang, Siswa SDN Durenan 2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan memandangi atap ruang kelasnya yang sudah lebih tiga bulan tidak boleh digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, karena atapnya runtuh itu. Ironis, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) setempat belum mendapat laporan. 

TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Gedung SDN Durenan 2, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan atapnya terancam runtuh. Padahal, gedung SD itu belum genap empat tahun dibangun.

Yang memprihatinkan, pelaksana gedung SD ini seorang kontraktor sekaligus anggota DPRD setempat. Makanya, tidak heran kalau penunjukan dalam pelaksanaan pembangunan gedung SD itu diperoleh karena kekuasaannya sebagai anggota DPRD.

Sebagai akibatnya, kualitas gedung yang digarap kontraktor politikus dengan anggaran negara itu, ditengarai tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) setempat. Sehingga belum lima tahun, bangunan sudah runtuh atapnya.

"Untung saja, waktu atap ruang kelas itu runtuh, terjadi pada malam hari. Kalau itu terjadi siang hari, pasti banyak korban dari anak anak,"kata Cipto, warga setempat kepada Surya, Selasa (11/8/2017).

Gedung SD itu, tambahnya, dibangun sekitar tahun 2014 - 2015, untuk perpustakaan. Pihak sekolah konon tidak tahu soal proyek pembangunan gedung yang berada di Timur ruang kelas itu.

"Katanya kontraktornya orang DPRD, kalau memang tidak benar kan aparat hukum bisa membawa ke laboratorium, apa bangunan sudah sesuai apa belum. Tinggal aparat hukumnya, soalnya bersamaan dengan gedung itu banyak," katanya.

Hal yang hampir senada juga dikatakan Puryono, mantan Kepala Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan yang pada saat sekolah itu dibangun mengetahui, tapi tidak terkait.

"Benar itu, pelaksananya anggota DPRD. Semua warga disini tahu. Mungkin mentang mentang anggota DPRD,, dia tidak koordinasi dengan desa. Padahal, letak sekolah tepat di depan kantor desa," ujar Puryono kepada Surya, Jumat (11/8-2017)

Nanik Kresnawati guru SDN Durenan 2, yang ditemui menyebutkan, ruang itu sudah tidak dipakai sekitar empat bulan lebih sejak atapnya runtuh.

Karena sekolah memandang gedung itu berbahaya, dan agar siswa setempat tidak masuk, pintu dikunci

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help