TribunJatim/
Home »

Jatim

Satu Rekannya Tewas Ditembak BNNP Jatim, 2 Pengedar Narkoba Asal Aceh Terancam Dipenjara 12 Tahun

IRW dan AMR merupakan warga Dusun Keudee, Desa Ulee Titi, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara yang berperan sebagai perantara peredaran narkotika...

Satu Rekannya Tewas Ditembak BNNP Jatim, 2 Pengedar Narkoba Asal Aceh Terancam Dipenjara 12 Tahun
TRIBUNJATIM.COM/MANIK PRIYO PRABOWO
BNNP Jatim gelar press release penangkapan jaringan pengedar narkoba asal Aceh pada Jumat (11/8/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sundah Bagus Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur merilis hasil ungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu oleh tersangka IRW (29), AMR (43), DBS (50) di kantor BNNP Jatim, Surabaya, Jumat (11/8/2017) malam.

IRW dan AMR merupakan warga Dusun Keudee, Desa Ulee Titi, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara yang berperan sebagai perantara peredaran narkotika (sabu-sabu) dari Aceh ke Surabaya.

Sedangkan DBS merupakan warga Jalan Hangtuah, Sidoarjo yang berperan sebagai penerima (dari IRW dan AMR).

Dari keterangan Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, kedua tersangka, IRW dan AMR ditangkap oleh intelijen BNNP Jatim yang mencurigai keduanya sesaat setelah mendarat di Bandara Juanda dari Aceh.

(GP Ansor Gresik Ajak Bupati dan Gubernur Jatim Tolak Program FDS)

"Penangkapan berdasarkan info intel BNNP Jatim jika seringkali ada upaya pengiriman narkotika dari jaringan Aceh, maka dari itu dilakukan penyelidikan dan memang benar dua orang tersebut kedapatan membawa sabu-sabu," ujar Wisnu saat ditemui awak media di acara rilis ungkap kasusnya di kantor BNNP Jatim, Surabaya.

Awalnya, intel BNNP Jatim membuntuti gerak-gerak IRW dan AMR setelah turun dari pesawat sampai pada saat keduanya melakukan transaksi di Hotel Oval, Jalan Diponegoro, Surabaya pada Jumat (11/8/2017) siang dengan tersangka DBS.

Melihat hal itu, langsung saja intel BNNP Jatim menangkap ketiganya di tempat serta mengamankan sabu-sabu yang ditransaksikan, yakni empat bungkus sabu-sabu dengan berat kurang lebih 1.020 gram, empat unit HP, dua pasang sepatu, dan dua boarding pass Lion Air milik IRW dan AMR.

"Selanjutnya kami mengembangkan penyelidikan ke save house (rumah DBS) dan menemukan sembilan bungkus sabu-sabu dengan berat 425 gram," imbuh Wisnu.

Halaman
12
Penulis: Sundah Bagus Wicaksono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help