TribunJatim/

Selangkah Lagi, Kota Pasuruan Bakal jadi Kota Pusakan, Seperti Apakah itu?

Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, Jawa Timur, mewujudkan Kota Pasuruan sebagai Kota Pusaka tinggal selangkah lagi.

Selangkah Lagi, Kota Pasuruan Bakal jadi Kota Pusakan, Seperti Apakah itu?
surya/Galih Lintartika
Tim verifikasi dan Setiyono saat meninjau beberapa peninggalan sejarah yang ada di Kota Pasuruan. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, Jawa Timur, mewujudkan Kota Pasuruan sebagai Kota Pusaka tinggal selangkah lagi.

Tim Jaringan Kota Pusaka Indonesia sudah memverifikasi situs atau tempat bersejarah di Kota Pasuruan.

Verifikasi dengan memvalidasi data tersebut dilakukan melalui sebuah kunjungan langsung, melihat beberapa peninggalan sejarah. Harapannya, kegiatan itu bisa dijadikan acuan untuk memutuskan Kota Pasuruan sebagai Kota Pusaka.

Walikota Pasuruan Setiyono mengajak tim berkeliling menunjukkan peninggalan-peninggalan bersejarah di Kota Pasuruan. Mulai dari Gedung P3GI beserta rumah dinas pejabat P3GI, Pelabuhan, Rumah Darussalam, sampai dengan Rumah Singa.

Dalam kunjungan di beberapa titik itu, tim akan melaporkan langsung kepada Kementerian Pariwisata maupun Jaringan Kota Pusaka, apakah Kota Pasuruan sudah layak untuk menjadi Kota Pusaka.

“Dari 500 lebih kota, kita punya 64 yang sudah kita tetapkan sebagai Kota Pusaka. Mudah-mudahan saja Kota Pasuruan menjadi bagian dari Kota Pusaka,” kata Nanang Asfarinah, ketua Tim Ahli Jaringan Kota Pusaka.

Sementara itu, Walikota Setiyono menegaskan, pihaknya sudah berkomitmen untuk menjadikan Kota Pasuruan sebagai Kota Pusaka.

Sejumlah langkah juga sudah dilakukan, mulai dari verifikasi asset dan jumlah tempat-tempat bersejarah yang masih ada, studi banding, hingga kunjungan ke Negeri Kincir Angin, Belanda, beberapa bulan lalu.

“Semoga saja ikhtiar kami menghasilkan sebuah julukan baru bagi Kota Pasuruan, yakni Kota Pusaka. Untuk itu, kami mohon doanya agar usaha kami ini berhasil,” harap Setiyono. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help