TribunJatim/

Awal Musim Panen, Harga Tembakau di Sumenep Capai Rp 40 Ribu hingga Rp 45 Ribu / Kg

Kendati sejumlah gudang perwakilan pabrik rokok belum membuka pembelian tembakau, namun harga tembakau di kalangan petani tembakau di Sumenep di awal

Awal Musim Panen, Harga Tembakau di Sumenep Capai Rp 40 Ribu hingga Rp 45 Ribu / Kg
Surya/Moh.Rivai
Petani tembakau sumenep sedang merajang tembakau 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Kendati sejumlah gudang perwakilan pabrik rokok belum membuka pembelian tembakau, namun harga tembakau di kalangan petani tembakau di Sumenep di awal musim panen tembakau tahun ini cukup menjanjikan.

Harga tembakau sudah dipatok Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu perkilogramnya. Harga tersebut naik 30 persen dibandingkan harga tembakau pada awal musim tahun 2016 lalu yang hanya dipatok Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu perkilogramnya.

Koordinator petani tembakau rakyat Sumenep, H Sukri Abidin membenarkan, sesuai hasil pantauannya, harga tembakau jenis pegunungan dan tegal gunung pada awal musim panen tahun 2017 ini sudah cukup fantastis. Hal itu menandakan bahwa harga tembakau tahun ini cukup bagus bila dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

" Walaupun sejumlah gudang pembelian tembakau di Sumenep belum buka. Namun dengan harga tembakau di kalangan bandul di masyarakat sudah mencapai Rp 40 ribu, bahkan sudah ada yang menjual Rp 45 ribu perkilogramnya. Ini sudah cukup menandakan bahwa harga tembakau akan cerah," H Syukri Abidin yang juga pemilik gudang pembelian tembakau rakyat di Kecamatan Lenteng Sumenep kepada Surya, Minggu ( 13/8/2017).

Menurutnya, harga sebesar Rp 40 hingga 45 ribu per kilogramnya di awal musim dipastikan akan terus merangkak naik di pertengahan musim.

Bisa mungkin akan tembus angka Rp 50 ribu perkilogramnya. Apalagi bilamana musim kemarau saat ini terus bagus, sehingga tanaman tembakau akan semakin bagus dan bahkan bisa istimewa.

" Di awal musim sudah Rp 40 ribu per kilogramnya, biasanya, di tengah-tengah musim nanti harganya akan tambah bagus. Karena biasanya tembakaunya juga akan tambah bagus kualitasnya, asal tidak turun hujan," sambung pensiunan guru ini.

Ditambahkan, sebelumnya banyak petani tembakau khawatir, mengingat pada awal musim tembakau sempat diwarnai cuaca anomali. Awal musim kemarau kerapkali turun hujan sehingga banyak petani tembakau yang haru berkali mengganti benih tembakaunya yang busuk akibat tergenang air bah hujan.

"Kualitas tembakau tahun ini memang bagus, walau pada cuaca awal kemaraunya sempat diguyur hujan. Untung setelah itu ga ada hujan lagi hingga masuk musim panen," pungkasnya.

Sementara itu, Freddy Kustianto salah satu perwakilan pembelian rokok PT Gudang Garam Kediri di Sumenep membenarkan jika cuaca kemarau dan musim tembakau di Sumenep cukup bagus, walau sebelumnya sempat ada hujan.

"Semoga terus bagus hingga masa pembelian tembakau oleh PT Gudang Garam dimulai," papar Freddy Kustianto.

Disinggung soal rencana pembukaan pembelian tembakau oleh PT Gudang Haram, Freddy belum bisa memastikan kapan Gudang Garam akan memulai pembelian tembakau. Namun pihaknya memperkirakan pada pertengahan bulan Agustus sudah mulai pembelian tembakau.

"Kita sekarang siap-siap aja, Insya Allah pertengahan bulan ini sudah mulai. Tinggal menunggu perintah dari pusat," katanya.(Surya/Mohammad Rifai)

Penulis: Moh Rivai
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help