TribunJatim/
Home »

Jatim

Terungkap, Akrab dalam Waktu 2 Bulan, Begini Percakapan Istri Kades dan Pelaku Sebelum Tewas

Pelaku mengungkapkan, mereka kembali akrab dalam waktu dua bulan setelah belasan tahun tak bertemu, selanjutnya . . .

Terungkap, Akrab dalam Waktu 2 Bulan, Begini Percakapan Istri Kades dan Pelaku Sebelum Tewas
SURYA/SUGIYONO
Foto kenangan Bu Lurah cantik, Luluk Diana dengan sang suami Sugiyanto. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tersangka pembunuhan Luluk Diana (38), istri Kades Sidojangkung, Menganti, Gresik, Sugiyanto, berhasil ditangkap polisi, Jumat (11/8/2017) lalu.

Pasca penangkapan itu, Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) masih terus mendalami motif pembunuhan yang dilakukan oknum Marinir TNI AL, Kopral Dua (Kopda) Tri S alias TS alias YYK terhadap Bu Lurah cantik, Luluk Diana, istri Kepala Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Namun dugaan kuat, tersangka nekat melakukan itu karena murni ingin menguasai uang tunai Rp 150 juta yang baru diambil oleh korban dari bank.

Komandan Pomal Lantamal V Surabaya Letkol Laut Khoirul Fuad mengatakan, Kopda TS anggota Yon Zeni Karangpilang Surabaya itu menghabisi nyawa Bu Lurah cantik dengan cara ditembak mati.

Baca: VIDEO: Detik-Detik Penangkapan Pembunuh Istri Kades, Netizen Fokus Bagian Atas Rumah

Baca: Usai Tangkap Pembunuh Istri Kades, Polisi Sebut Pelaku Memang Punya Hubungan dengan Korban

Padahal, awalnya sebenarnya hanya dimulai dari percakapan sepele sehingga keduanya bisa sama-sama satu mobil.

"Mereka sepakat ke Mojokerto berdua," kata Fuad, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Fuad, berdasar pengakuan TS, pelaku dan korban kembali bertemu dan akrab sekitar dua bulan lalu, setelah belasan tahun tak berkomunikasi.

Ini setelah TS mendapat nomor whatsapp (WA) Luluk.

Baca: Terungkap, Kebiasaan Istri Kades Sebelum Tewas Terbunuh Suka Pergi Sendiri ke Tempat Beginian

Baca: Dibenci Karena Dianggap Khianati Indonesia, Pemain Timnas Qatar Kembali Bikin Berang Suporter

Setelah itu, keduanya pun mulai akrab kembali.

Meski mereka tidak pernah ada hubungan khusus, pada Selasa, 8 Agustus 2017, keduanya sepakat ketemu.

"Padahal hari itu adalah hari aktif. Setiap anggota TNI AL juga wajib masuk tugas.

Saya heran karena pagi itu TS malah kelayapan," tegas Fuad yang asli Kediri.

Baca: Foto Pembakar Zoya Ditangkap Polisi Viral, Begini Mukanya Saat Tanpa Penutup, Netter Fokus Rambutnya

Baca: Masjid Ini Setiap Jumat Selalu Terima Sedekah Aneh Jemaahnya, Saat Dibuka Isinya Bikin Netizen Syok

Perwira lulusan Akabri 1996 ini sampai penasaran menyimak pengakuan anak buahnya itu.

Keduanya sepakat bertemu dan Luluk meminta TS untuk membawa pistolnya.

"Saya dihubungi Luluk. Dia tiba-tiba menanyakan ke saya apakah saya punya pistol atau tidak," ucap TS, ditirukan Fuad.

Pertanyaan itu disampaikan Luluk setelah dia tahu bahwa teman semasa SMA itu adalah anggota TNI AL.

(Ini 7 Fakta Soal Penangkapan Pembunuh Luluk Diana, Sempat Keliling Kota, No 2 Hubungan dengan Korban)

Nah, pada Selasa itu, Luluk akan melakukan transaksi atas bisnis tanah dan perumahan.

Karena dia selama ini memang dikenal sebagai pengusaha properti.

Begitu ditanya teman lamanya itu, TS pun menjawab kalau dirinya punya pistol.

"Kalau punya, ya sudah bawa saja. Ikut saya ambil uang," bunyi percakapan WA Luluk ke TS.

Akhirnya keduanya pun janjian dan bareng ke Mojokerto.

(Netter Geram Pendaki Ini Sampai Telanjang di Puncak Gunung Slamet, Pemilik Foto Pun Beri Klarifikasi)

Ditemani TS, Luluk lantas mengambil uang tunai di kantor Bank BCA Kota Mojokerto sebesar Rp 150 juta.

Setelah itu, mereka berniat pulang kembali ke Gresik.

Namun di tengah perjalanan, TS malah menghabisi nyawa Luluk dengan cara menembaknya.

Setelah dibunuh, mayat Luluk yang bersimbah darah dibuang di Kawasan Hutan Watu Blorok, petak 75E RPH Kupang, KPH Mojokerto, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

(VIDEO: Aksi Risma Saat Minta Petugas Perhatikan Kebutuhan Korban Kebakaran Jalan Tales Surabaya)

Selasa (8/8/2017) sore, mayat Bu Lurah cantik itu ditemukan warga setempat dan langsung menjadi geger.

Sementara Kopda TS, sang pelaku pembunuhan berusaha dan menghilangkan jejak selama empat hari.

Tapi pelariannya tersebut, Jumat (11/8/2017) berakhir.

Dia berhasil ditangkap oleh aparat gabungan dari Polda Jatim, Pomal, dan Polres Mojokerto, di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang. (Surya/Nuraini Faiq)

(Bos Restoran Malaysia Tampar Pegawai yang Diduga dari Indonesia di Depan Publik, Netter Tak Terima)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help