TribunJatim/

Pemerintah Minta PDAM Magetan Naikkan Tarif Air Januari Mendatang

Pemerintah lewat Menteri Dalam Negeri memerintahkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menaikkan tarif air minum paling lambat Januari 2018 mendatang

Pemerintah Minta PDAM Magetan Naikkan Tarif Air Januari Mendatang
SURYA
Pipa PDAM

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pemerintah lewat Menteri Dalam Negeri memerintahkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menaikkan tarif air minum paling lambat Januari 2018 mendatang.

Dead line Mendagri itu ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

"Rencana penyesuaian tarif air minum, bukan kenaikkan, saat ini masih dalam proses pembahasan. Bukan keinginan PDAM sebagai perusahaan daerah, tapi karena penyesuaian tarif air itu diatur dalam Permendagri 71 tahun 2016, bahkan penyesuaian itu diberi batas waktu hingga Januari 2018 mendatang," kata Direktur Umum dan Keuangan (Dirum) PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Sugianto kepada Surya, Senin (21/8/2017).

Namun, tambah Dirum, untuk memberikan rasa keadilanbdi masyarakat dan obyektifitas, PDAM meminta lembaga konsultan dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) untuk melakukan kajian penyesuaian tarif air itu.

"Penyeseuaian tarif air ini dilakukan setelah Permendagri Nomor 23 dihapus, digantikan Permendagri 71 Tahun 2016, karenanya penyesuaian tarif air dihitung ulang,"jelasnya.

Menurut Dirum, Karena kenaikan tarif air minum menyangkut hajat hidup orang banyak, PDAM berinisiatif mengkomunikasi masalah ini dengan warga pelanggan air, LSM dan tokoh masyarakat setempat, agar tidak terjadi rasa ketidakadilan di masyarakat.

"Setelah dikaji lembaga konsultan dari UNS Solo, kemudian kami komunikasikan dengan pelanggan air PDAM, LSM dan Badan Pengawas, dalam forum itu mereka menyetujui ada penyesuaian tarif itu," kata Dirum.

Hasil kajian UNS, lanjut Dirum, ada tiga opsi penyesuaian tarif air PDAM, karena mayoritas pelanggan air PDAM dari golongan rumahtangga, yakni Rp 1300, Rp 1500, dan Rp 1600/m3. Tarif sebesar itu untuk jatah rumah tangga 0 - 10 m3.

"Dari ketiga opsi yang ditawarkan Tim Kaji UNS, PDAM memilih yang paling rendah, yaitu Rp 1300 per meter kubik,"kata Dirum seraya memaparkan tarif itu, 0 - 10 m3 = Rp 1300, 11 m3 - 20 m3 = Rp 3200, dan 21 m3 keatas Rp 4500. Tarif sebelumnya untuk golongan 2A (rumahtangga) 0 - 10 m3 = Rp 1000, 11m3 - = Rp 2750. Sebelumnya PDAM tidak ada pengenakan untuk tarif 21 m3 keatas.

Dikatakan Sugjanto, sejauh ini masalah rencana penyesuaian tarif ini belum dimintakan persetujuan DPRD dan Badan Pengawas (BP) setempat. Persetujuan DPRD akan dilakukan PDAM bersamaan sosialiasi setelah tahapan ini.

"Secepatnya setelah tahapan ini selesai, kita akan mintakan persetujuan DPRD yang nantinya waktunya bersamaan dengan proses sosialisasi lebih luas kepada pelanggan air," kata Sugianto.

Dirum mengakui mayoritas pelanggan yang kemarin diajak mengkomunikasikan penyesuaian tarif minta masalah yang sama, agar PDAM Lawu Tirta bisa lebih mengkatkan pelayanan, diantaranya kuantitas, konyunitas dan kualitas.

"Semoga dengan pertemuan PDAM dengan pelanggan bisa memperbaiki palayanan PDAM kedepan. Meski pengadauan pengaduan terus ada, dan masih batas wajar,"pungkas Dirum PDAM Lawu Tirta Sugianto. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help