TribunJatim/

Warga Magetan Geger, Orang Tua Dibantai Anak Kandung

Warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur heboh. Kehebohan warga setelah melihat jasad Mbah Sarno (70) warga setempat tergel

Warga Magetan Geger, Orang Tua Dibantai Anak Kandung
Surya/Doni Prasetyo
Jenazah Sarno (70) warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan menjalani identifikasi Polisi setelah dihabisi anak kandungnya Broto (30) yang sudah 15 tahun mengidap gangguan jiwa, Rabu (23/8/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Warga Desa Belotan, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur heboh. Kehebohan warga setelah melihat jasad Mbah Sarno (70) warga setempat tergeletak dipintu samping rumahnya dengan sekujur badannya penuh luka cakaran akibat penganiayaaan, Rabu (23/8/2017).

Menurut Suminem, saksi mata yang melihat pertama kali jasad Sarno bapak lima anak itu tergeletak tak bernyawa dengan sekujur tubuhnya penuh luka cakaran, langsung histeris berteriak mengundang tetangganya, yang kemudian diteruskan kepada Kepala Dusun setempat untuk dilaporkan Polisi.

"Saya waktu itu akan mengambil daun ubi kayu yang ditanam Mbah Sarno (korban) dihalaman rumahnya. Tiba tiba matanya saya melihat Mbah Sarno tergeletak dengan posisi kepala diluar pintu,"kata Suminem yang ditemui Surya seusai dimintai keterangan Polisi, Rabu (23/8/2017).

Dikatakan Suminem, kemungkinan Sarno berusaha lari keluar rumah menghindari dari kejaran Broto, anaknya yang sudah lebih 15 tahun mengidap gangguan jiwa itu.

"Karena orang tua, geraknya kalah cepat dengan anaknya yang sakit, akhirnya tertangkap dan yang kemungkinan dicakari, dan dipukuli dengan kayu, karena ada kayu penuh bercak darah tergeletak dekat jenazah korban,"jelasnya.

Kemungkinan, lanjut Suminem, kejadian yang mengakibatkan Mbah Sarno meregang nyawa itu dilakukan anak kandungnya, yang mengidap gangguan jiwa itu pada tengah malam.

Karena tidak ada satu pun tetangganya yang tahu dan melihat kejadian itu.

"Broto itu sudah bertahun-tahun dirantai, kemudian dibawa ke Pondok Condromowo, Jogorogo, Kabupaten Ngawi, sembuh sementara. Kemudian kambuh lagi, karena keluarga dan warga takut, Broto dipasung dengan dirantai dirumah belakang, tapi sudah lebih dua pekan ini, rantai yang mengikatnya dilepas Mbah Sarno sendiri," ujar Suminem

Dikatakan Suminem, dilepasnya ikatan rantai yang mengikat tangan dan kaki Broto itu, karena Mbah Sarno malu, ada anggota keluarganya yang menjalani pasung. Selain itu, konon Mbah Sarno sebelum melepas rantai itu didatangi petugas dari Pemda (Dinsos) untuk melepas rantai yang memasung anaknya itu.

"Soal didatangi pegawai Pemda saya tidak tahu. Tapi kalau Mbah Sarno ngomong malu ada keluarganya dipasung, banyak yang dengar. Kemungkinan orang Pemda mengajak perangkat desa," katanya.

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Partono didampingi Kapolsek setempat AKP Daeng, yang dikonfirmasi membenarkan ada salah satu anak korban, tinggal satu rumah mengidap gangguan jiwa, dan diduga kuat, anak kandungnya ini yang menghabisi Sarno.

"Kita akan kembalikan Broto anak korban ke Pondok Gangguan Jiwa Condromowo, di Kecamatan Jogorogo, Ngawi untuk dilakukan perawatan," kata AKP Sartono. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help