TribunJatim/

Arti Persaudaraan Warga Kemiren Banyuwangi Gelar Tumpeng Sewu

- Berjalanlah di sepanjang jalan Desa Kemiren, Banyuwangi, pada seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Anda akan lelah menolak tawaran makan dari warga

Arti Persaudaraan Warga Kemiren Banyuwangi Gelar Tumpeng Sewu
Surya/Haorrahman
Kebersamaan masyarakat yang tergambar di Tumpeng Sewu Banyuwangi. Bule disuguhi Tumpeng 

TRIBUNJATIM.COM,BANYUWANGI - Berjalanlah di sepanjang jalan Desa Kemiren, Banyuwangi, pada seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Anda akan lelah menolak tawaran makan dari warga setempat.

Di sepanjang jalan sekitar dua kilometer, di tiap depan rumah, digelar tumpeng dengan menu utama pecel pitik (ayam bakar dengan olahan parutan kelapa).

Siapapun Anda, dari mana Anda, kenal atau tidak, bule sekalipun, warga akan meminta Anda duduk dan menikmati makanan.

"Monggo teng meriki (mari di sini)," itu kata yang dilontarkan warga Kemiren, yang merupakan Suku Using, suku asli Banyuwangi.

Dengan menghampar tikar dan duduk bersila diterangi cahaya obor, warga makan bersama dengan tadah daun pisang. Bersama seluruh anggota keluarga, mulai anak-anak hingga orang tua, mereka menikmati hidangan. Mereka juga mengajak saudara jauh, teman, dan kerabat untuk datang ke Kemiren.

Hari itu, warga Desa Kemiren, menggelar Tumpeng Sewu. Tahun ini Tumpeng Sewu, jatuh pada Kamis (24/8/2017) malam.

Tumpeng merupakan cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut. Sedangkan sewu bermakna seribu. Entah dihitung atau tidak, malam itu, ada sekitar seribu tumpeng, disajikan di sepanjang sisi jalan, kanan dan kiri.

Pada momen inilah, ribuan orang dari luar Desa Kemiren berdatangan untuk turut serta merayakan Tumpeng Sewu.

Anda bisa makan sepuasnya. Mau bungkus untuk dibawa pulang juga boleh. Kalau beruntung Anda juga bisa menikmati buah durian usai makan pecel pitik.

"Ini merupakan bentuk rasa syukur warga pada karunia yang dilimpahkan Tuhan," kata Sucipto, sesepuh di Desa Kemiren.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help