TribunJatim/

Tahun 2020 Kabupaten Madiun Punya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Energi panas bumi yang berada di Kabupaten Madiun, tepatnya di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan akan segera digarap. Seperti diketahui, di Desa Mendak

Tahun 2020 Kabupaten Madiun Punya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
TRIBUNNEWS.COM
Perbaikan jaringan listrik 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Energi panas bumi yang berada di Kabupaten Madiun, tepatnya di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan akan segera digarap. Seperti diketahui, di Desa Mendak terdapat dua titik sumur panas bumi yang dapat menghasilkan energi listrik.

Kamis (24/8/2017) siang, sejumlah tim dari PT Bakrie Darmakarya Energi, selaku pelaksana proyek melakukan pertemuan dengan tim dari Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Madiun di ruang asisten bidang ekonomi dan pembangunan.

"Hari ini kami memenuhi undangan Pemda Kabupaten Madiun, terkait rencana realisasi proyek panas bumi yang ada di area telaga Ngebel. Cakupan wilayah kerja kami melingkupi Ponorogo sampai Kabupaten Madiun seluas 31 880 hektar," kata Senior Field Operation PT Bakrie Darmakarya Energi, Saiful Anwa, Kamis (24/7/2017) aaat ditemui usai pertemuan.

Dia menuturkan, di Kabupaten Madiun terdapat dua titik lokasi pengeboran. Sedangkan di Ponorogo terdapat satu titik, yakni di Desa Ngebel, Kecamatan Ngebel yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya sedang memulai dengan memperlebar infrastruktur jalan menuju akses lokasi pengeboran di Ponorogo. Rencananya, pengerjaan dua sumur di Madiun akan dimulai setelah hasil dari pengeboran di Ponorogo diketahui.

"Satu-satu dulu, bagaimanapun kami meminimalisir kegagalan. Karena bukan biaya murah untuk melakukan pengeboran. Dari sejak mulai survey enginering untuk urusan bawah tanah sampai pembuktian dengan cara pengeboran," katanya.

Dikatakannya, waktu pengerjaan dua titik sumur panas bumi di Desa Mundak, tergantung pada hasil pengeboran di Desa Ngebel. Target dari masing-masing sumur, mampu menghasilkan listrik sebesar 55 megawatt.

"Kenapa kami memulai dari Ngebel karena kami ingin membuktikan apa yang ada di kertas, data yang ada itu bener nggak? Potensinya sesuai dengan harapan nggak? Nah itulah akan kami kerjakan," ujarnya.

Selain melakukan pelebaran jalan, pihaknya juga akan melakukan review ennginering, dan juga dampak sosial. Sebab, selama operasi proyek, pihaknya akan menggunakan jalan desa yang telah disepakati.

Kepala Bidang ESDM, Aris Budi mengatakan KPPT Kabupaten Madiun memanggil PT Bakrie Darmakarya Energi selaku pemenang proyek pengerjaan energi panas bumi untuk mengetahui progres atau perkembangan proyek.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help