TribunJatim/

Aksi Gerombolan Anak Punk ini Resahkan Warga Magetan, Dirazian Pol PP dan Dihukum Ritual Sakral ini

Meresahkan warga, Satpol PP Magetan melakukan razia besar-besaran anak Punk yang ada di wilayah tersebut. Hasilnya?

Aksi Gerombolan Anak Punk ini Resahkan Warga Magetan, Dirazian Pol PP dan Dihukum Ritual Sakral ini
SURYA/DONI PRASETYO
Anak punk di Magetan saat dihukum memberi hormat ke bendera merah putih, Senin (28/8/2017) di halaman Satpol PP. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Satpol PP Kabupaten Magetan terus merazia anak Punk yang meresahkan warga di wilayah Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Sayang, hasil tangkapan yang diserahkan ke Dinas Sosial setempat dilepas, dengan alasan tidak ada anggaran untuk mengirim ke Panti Sosial di Kabupaten Kediri.

Kasi Ops Dal Satpol PP Kabupaten Magetan Khamim Basori mengatakan, pihaknya dalam sebulan terakhir ini gencar melaksanakan razia anak anak muda yang berdandan aneh, dan oleh warga di wilayah Maospati dianggap meresahkan.

"Mereka dinilai meresahkan, karena tiap hari meminta paksa ke pengendara kendaraan. Bahkan ada beberapa yang terbukti melakukan pencurian," ujarnya, kepada Surya, Senin (28/8/2017).

(Ada Dokter Hilang, Orang Dekatnya ini Ngaku Sebagai Penculik dan Minta Tebusan Rp 4 Miliar, Ternyata)

Saat razia, anggotanya berhasil menangkap empat anggota punk, tiga pria dan satu wanita. Satu anak warga Magetan, tiga lainnya dari Kepanjen Malang, Sragen Jateng, dan Warujayeng Nganjuk

Usianya rata rata dibawah 30 tahun dan hanya beberapa yang asli Kabupaten Magetan.

"Kegiatan mereka setiap hari berkumpul di Pasar Produk Unggulan (PPU) depan terminal bus Maospati, Kabupaten Magetan," jelasnya.

"Setelah dimintai keterangan, mereka kami bawa ke Dinas Sosial untuk dikirim ke Panti Sosial, di Kabupaten Kediri," kata Khamim.

(Baru Seminggu Dibeli, Mobil Mewah PNS Pemkot Pasuruan ini Sudah Terbakar)

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help