TribunJatim/

Usai Tenggak Miras, Mahasiswa di Surabaya ini Langsung Tewas

Sekarat usai menenggak miras, mahasiswa ini dibawa ke rumah sakit tapi nyawanya langsung melayang.

Usai Tenggak Miras, Mahasiswa di Surabaya ini Langsung Tewas
Surya/Mohammad Romadoni
ilustrasi minuman keras 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anthonius Saiba (21) meninggal dunia begitu tiba di IGD RS Haji Sukolilo Surabaya, Senin (28/8/2017).

Korban merupakan seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi (PT) di Surabaya asal Desa Kobrey, Kecamatan Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat.

Dia diduga meninggal keracunan usai meminum minuman keras (Miras).

Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Iptu Pujianto mengatakan, dirinya masih menangani kasus tewasnya korban Anthonius. Belum bisa memastikan apa penyebab tewasnya Anthonius dan tubuh korban masih dilakukan proses outopsi di RS Dr Soetomo Surabaya.

"Korban tinggal di kontrakannya di Jalan Manyar Rejo Surabaya," sebut Pujianto, Senin (28/8/2017).

(Hendak Ledakan ATM Pakai Bom, Pria Singapura ini Pilih Surabaya Target Operasi)

Pujianto mengaku, pihanya sudah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kasus ini. Polisi sudah meminta keterangan seorang saksi, Michael Mandacan yang merupaka teman korban.

Kepada polisi, teman satu kontrakan korban ini mengatakan, jika korban membeli miras pada Jumat (25/8/2017) petang.

Korban diketahui membeli miras di daerah Bratang Surabaya. Sebelum diminum, korban mencampur miras yang dibelinya dengan soft drink. Selanjutnya korban meminumnya di kontrakan.

(Dua Hari Kecele Akibat ATM di Malang Rusak, Celengan Dipilih Jadi Pelampiasan)

Setelah minum, korban awalnya baik-baik saja. Namun, korban muntah-muntah pada Minggu (27/8/2017) malam.

"Korban akhirnya dibawa teman-temannya ke RS Haji Sukolilo, Senin (28/8/2017) siang. Saat tiba di IGD, korban dinyatakan meninggal dunia," terang Pujianto.

Polsek Sukolilo Surabaya dan tim Inafis Polrestabes Surabaya yang memeriksa jasad korban, akhirnya membawanya ke RS Dr Soetomo guna dilakukan visum dan menunggu persetujuan keluarga korban guna dilakukan outopsi.

(Ada Dokter Hilang, Orang Dekatnya ini Ngaku Sebagai Penculik dan Minta Tebusan Rp 4 Miliar, Ternyata)

(Surya/Fatkhul Alamy)

Penulis: Fatkhul Alamy
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help