TribunJatim/

Atasi Macet Total di Pasar Tanah Merah Madura, Ini Rekayasa Lalu Lintas Dari Tim Gabungan

Permasalahan klasik berupa kemacetan di depan Pasar Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan akhirnya bisa teratasi.

Atasi Macet Total di Pasar Tanah Merah Madura, Ini Rekayasa Lalu Lintas Dari Tim Gabungan
SURYA/AHMAD FAISOL
Rekayasa pengalihan lalu-lintas digelar di depan Pasar Tanah Merah. Ini dilakukan sebagai upaya memecah kemacetan yang selalu terjadi di setiap hari pasaran, yakni hari Sabtu. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Permasalahan klasik berupa kemacetan di depan Pasar Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan akhirnya bisa teratasi. 

Ini setelah tim gabungan melakukan sinergi untuk melakukan manajemen dan rekayasa terkait pengalihan arus lalu-lintas di depan pasar hewan tersebut.

Tim tersebut terdiri dari Dinas Perhubungan, Polres, Dinas Perdagangan, dan Satpol PP Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan Ram Halili mengungkapkan, kendati Pasar Tanah Merah sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun pihaknya tak bisa membiarkan kemacetan terjadi.

"Hasil manajemem dan rekayasa bersama pihak-pihak terkait, pengalihan arus lalu lintas pengangkut ternak dan kendaraan roda empat merupakan solusi terbaik," ungkapnya, Rabu (29/7/2017).

Ia menjelaskan, pengalihan arus lalu-lintas di hari pasaran, Sabtu, mulai diterapkan pada awal Oktober mendatang. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan sarana pendukung seperti marka jalan.

"Roda empat dari Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, kami alihkan ke jalur alternatif di Desa Tanah Merah Dajah. Sementara kendaraan dari arah Bangkalan boleh melintas depan pasar," jelasnya.

Selain memberlakukan jalur satu arah dari Bangkalan, petugas juga melarang mobil pengangkut hewan sapi dan kambing melakukan kegiatan bongkat muat di depan pasar. Kegiatan inilah menjadi benang kusut dalam kasus kemacetan yang menjadi atensi pemerintah pusat.

"Kami sediakan lahan bongkar muat dan lahan parkir di belakang pasar, tepatnya di Desa Petrah," ujar mantan Kepala Satpol PP Bangkalan itu.

Ia berharap, pengalihan arus lalu-lintas yang akan dimulai Oktober mendatang itu mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Terutama para pedagang di kawasan Pasar Tanah Merah.

"Kami tidak bermaksud menghambat usaha pedagang. Namun niat kami ingin menciptakan kenyamanan dan kelancaran lalu-lintas. Tolong nanti dipatuhi," pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan dan Polres Bangkalan telah melakukan rekayasa pengalihan arus lalu-lintas pada pertengahan Juni 2017.

Kegiatan tersebut menindaklanjuti penandatanganan Nota Kesepakatan terkait solusi kemacetan di Pasar Tanah Merah di Aula Serbuga mapolres, Jumat (9/6/2017).

Penandatanganan yang digelar bersamaan dengan Operasi Ramadniya Semeru 2017 dilakukan di hadapan Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha, Wakil Bupati Ir Mondir A Rofii, dan Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan Riono Budi Santoso. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help