TribunJatim/

Badai Dahsyat Terjang Puncak Gunung Lawu, Begini Akibatnya

Puncak Gunung Lawu dihantam badai dahsyat yang berpadu padan dengan ancaman kebakaran hutan di musim kemarau ini.

Badai Dahsyat Terjang Puncak Gunung Lawu, Begini Akibatnya
SURYA/DONI PRASETYO
Petugas dari Polsek Plaosan, Kabupaten Magetan dan Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Sarangan, Perum Perhutani Lawu DS menjaga pintu pendakian, dan melarang pendaki naik ke puncak Gunung Lawu karena saat ini sedang musim badai dan rawan kebakaran hutan, Selasa (28/8/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Para pendaki dan masyarakat dilarang keras naik ke puncak Gunung Lawu.

Pasalnya, saat ini di puncak Gunung Lawu tengah terjadi musim angin badai dan rawan terjadi kebakaran hutan.

Larangan tersebut disampaikan oleh petugas gabungan dari Polsek Plaosan Kabupaten Magetan dan Resor Pemangku Hutan (RPH) Sarangan, Perum Perhutani Lawu DS.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Ferry Yoga Saputra mengatakan, angin dan badai yang terjadi di puncak Gunung Lawu terjadi semalam.

(Ortu Jadi TKI di Malaysia, Siswi SMP ini Ditelpon Orang Tak Dikenal, Malah Keperawanan yang Hilang)

Selain menerjang hutan, juga memporak-porandakan satu satunya warung di puncak Gunung yang letaknya berdekatan dengan Pos 5.

"Jadi akibat diterjang badai, warung milik Mbok Yem juga ikut hancur," ujarnya, kepada Surya, Selasa (29/8-2017).

Selain badai, hutan puncak Gunung Lawu, kata Ferry juga rawan kebakaran. Apalagi saat ini tanaman yang ada sudah mengering.

Bahkan, kebakaran hutan di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi, yang titik apinya berjarak kurang lebih 12 kilometer dari Puncak Lawu, RPH Sarangan dan sewaktu-waktu bisa mejalar ke wilayah RPH Sarangan.

(Ibunda Jokowi Asyik Berwisata ke Kota Batu, Presiden Tiba-tiba Telpon dan Langsung Testimoni)

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help