TribunJatim/

Deja Vu, Warga Jombang Tolak Berton-ton Beras Rastra yang Disalurkan Bulog

Warga kompak menolak menerima beras rastra yang dulu disebut beras untuk warga miskin (raskin) tersebut.

Deja Vu, Warga Jombang Tolak Berton-ton Beras Rastra yang Disalurkan Bulog
SURYA/SUTONO
Rastra yang berwarna kekuningan dan pecah-pecah yang disalurkan Bulog kepada warga miskin Desa Bangsri Kecamatan Plandaan Jombang. Rastra akhirnya tegas ditolak warga, Selasa (28/8/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Deja Vu (sejarah terulang). Ratusan warga di Kabupaten Jombang, kembali mendapat beras sejahtera (rastra) dengan kualitas di bawah standar.

Beras tersebut didistribusikan Perum Bulog Sub Divre Surabaya Selatan (Mojokerto-Jombang).

Akibatnya, warga menolak menerima beras rastra yang dulu disebut beras untuk warga miskin (raskin) tersebut.

Mereka yang kali ini mendapat rastra tak layak konsumsi ini adalah warga Desa Bangsri Kecamatan Plandaan, Jombang, Selasa (29/8/2017).

“Tadi saat Rastra itu datang, kebetulan ada Babinsa dan Babinkamtibmas. Kemudian kita cek sama-sama, ternyata kondisinya parah, sehingga kami putuskan untuk dikembalikan. Tidak sampai diturunkan dari truk,” ungkap Kades Bangsri, Suradi, kepada Surya, Selasa sore (29/8/2017).

(Tuntut Setoran Umrah Rp 19,5 Juta Kembali, Korban First Travel di Sidoarjo Akhirnya Lapor ke Polisi)

Suradi menuturkan, kondisi rastra sebanyak tiga ton lebih ini kondisinya sangat parah. Selain pecah-pecah dan penuh bekatul, rastra yang seharusnya disalurkan kepada lebih dari 200 orang warga miskin di Desa Bangri ini juga sudah berubah warna jadi kekuningan.

“Kasihan warga kalau dipaksakan diterima. Kondisi beras tidak layak konsumsi manusia. Jadi kami putuskan untuk dikembalikan saja," cetus Suradi.

Menurutnya, kejadian seperti ini sudah yang kedua kalinya pada tahun ini. "Dulu juga pernah satu kali mendapatkan beras dengan kondisi tidak layak konsumsi seperti ini,” imbuhnya.

(Hebat! Gandeng Tianjin, Sepeda Listrik Buatan Siswa SMK di Jatim ini Telah Terjual 100 Unit)

Kades Bangsri berharap, Perum Bulog Subdivre Surabaya Selatan mempebaiki kinerjanya. Sebab, sudah lebih sekali warga mendapatkan beras yang kondisinya tidak laik dikonsumsi itu.

“Ini beras bantuan, dan disubsidi pemerintah. Memang setelah kami tolak, diganti oelh Bulog. Tapi tetap saja kasihan warga, mereka seperti dilecehkan,” tandasnya.

Kepala Bulog Subdivre II Surabaya Selatan (wilayah Mojokerto dan Jombang), Arsyad, belum berhasil diminta konfirmasi terkait rastra yang ditolak warga Desa Bangsri tersebut.

(Mau Selfie di Air Terjun Kedung, Mahasiswa di Kota Malang ini Malah Meregang Nyawa, Ternyata)

Sebab, beberapa kali dihubungi Surya lewat sambungan telepon seluler, selalu tidak direspon, meskipun terdengar nada sambung, Selasa sore (29/8/2017). (Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help