TribunJatim/

Gelombang Capai 3 Meter, Sudah Sepekan Tak Ada Kiriman Sembako ke Pulau Bawean

Akibat tingginya gelombang, sebuah kapal barang menuju Pulau Bawean juga telah tenggelam.

Gelombang Capai 3 Meter, Sudah Sepekan Tak Ada Kiriman Sembako ke Pulau Bawean
SURYA/SUGIYONO
Kapal penumpang saat sandar di Pelabuhan Umum Gresik. Sebab gelombang di laut Jawa masih tinggi, sehingga mereka tak bisa berlayar, Selasa (29/8/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pengiriman kebutuhan bahan pokok dan bahan bangunan ke Pulau Bawean terus terhambat selama sepekan terakhir.

Ini menyusul kondisi cuaca buruk yang terjadi di wilayah laut. Sehingga kapal-kapal barang tak bisa berlayar.

Bahkan, satu kapal barang menjadi korban tenggelam di laut, yakni, Kapal Layar (KM) Fadli Indah. Kapal muatan barang bangunan dan semabako ini tenggelam 24 Agustus 2017 lalu di 12 mil laut dari Pulau Bawean. 

(BREAKING NEWS - Penumpang Konyol ini Selundupkan 1,9 kg Sabu di Bandara Juanda Surabaya)

Kondisi yang sudah berlangsung selama sepekan terakhir ini dampak tidak diperkenankan kapal barang berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik.

"Gelombang laut kemarin mencapai 3 meter lebih. Sehingga akan mengancam keselamatan anak buah kapal (ABK) dan kapal sendiri, karena mereka berlayar," tegas Nanang Afandi Humas KSOP Gresik, Selasa (29/8/2017). 

(Disuruh Baris, Siswa ini Malah Ngece, Sang Guru Lalu Memukulnya, Jadinya Tak Karuan)

Namun, setelah hampir seminggu kondisi cuaca buruk, diperkirakan kapal barang ke Pulau Bawean segera berlayar. Pasalnya berdasarkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya dinyatakan, bahwa tinggi gelombang sudah bisa digunakan untuk berlayar.

"Rabu (30/8/2017) Besok, tinggi gelombang, diperkirakan normal, sesuai perkiraan dari BMKG," jelasnya.

Sementara untuk kapal penumpang ke Pulau Bawean masih tergolong normal. Sebab ada kapal bantuan dari Dharma Lautan Utama (DLU) yang membawa penumpang dari Pelabuhan Umum Gresik ke Pelabuhan Pulau Bawean.

(Dua Hari Kecele Akibat ATM di Malang Rusak, Celengan Dipilih Jadi Pelampiasan)

Selama ini, penyeberangan ke Pulau Bawean dilayani tiga kapal penumpang yaitu Kapal Expressen Bahari, Natuna Express dan Gili Liang.

"Kemarin ada kapal bantuan dari DLU. Sehingga penumpang tidak sampai menunggu lama di penginapan," kata Nurul Hayati, penunggu peningkatan di Jl Nyai Ageng Arem-arem. (Surya/Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help