TribunJatim/

Aliansi Forum Peduli Cagar Budaya Gresik Demo Lagi, Ini Tuntutannya

Aliansi Forum Peduli Cagar Budaya Gresik (FPCBG) kembali menggelar aksi demo guna penolakan pembangunan Alun-alun Gresik.

Aliansi Forum Peduli Cagar Budaya Gresik Demo Lagi, Ini Tuntutannya
Surya/Sugiyono
Spanduk penolakan pembangunan revitalisasi Alun-alun Gresik kembali dibentangkan di pagar besi, Kamis (31/8/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Aliansi Forum Peduli Cagar Budaya Gresik (FPCBG) kembali menggelar aksi demo guna penolakan pembangunan Alun-alun Gresik.

Aksi para aktivis ini dilakukan di Posko yang berada di Pendopo Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Aliansi FPCBG terdiri dari Persatuan Arek Lumpur (PAL), Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik (Mataseger), pemuda Demokrat, PC PMII Gresik, Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK), PAC GP Ansor Kecamatan Gresik dan Pramuniaga Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG).

Aliansi FPCBG ini kembali beraksi karena melihat sikap pemerintah daerah Kabupaten Gresik terkesan tidak serius menangani revitalisasi Alun-alun dan penataan PKL.

Unjuk rasa dilakukan dengan cara memasang banner mengelilingi Alun-alun Gresik bertuliskan berbagai bentuk penolakan dan menagih janji Bupati Gresik.

"Kita menolak pembangunan karena Pemkab Gresik ingkar janji dengan rencana adanya desain ulang pembangunan Alun-alun Gresik. Selain itu juga penataan PKL juga tidak ada perhatian," kata Abdul Wahab, peserta aliansi dari MGPK, Kamis (31/8/2017).

Sekarang ini aliansi forum peduli cagar budaya Gresik telah dirubah menjadi front masyarakat peduli cagar budaya Gresik. Sebab, aliansi ini akan mengajak masyarakat yang peduli cagar budaya untuk berjuang bersama-sama menolak proyek revitalisasi Alun-alun Gresik.

"Kita membuka forum untuk mengajak semua masyarakat bergabung melawan proyek pembangunan yang tidak pro rakyat kecil. Proyek ini hanya mengahmur-hamburkan anggaran," katanya.

Sampai saat ini pekerjaan proyek revitalisasi Alun-alun Gresik terus berlanjut dengan anggaran sekitar Rp 15 miliar. Pagar besi tertutup rapat sehingga masyarakat tidak bisa mengawasi jalannya pekerjaan. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help