TribunJatim/
Home »

Bisnis

» Makro

Harga Eceran Tertinggi Beras Sudah Berlaku, Agen Beras Ini Ikut Menerapkannya, Tapi . . .

HET beras diatur berdasarkan zonasi. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi dianggap sebagai wilayah produsen beras.

Harga Eceran Tertinggi Beras Sudah Berlaku, Agen Beras Ini Ikut Menerapkannya, Tapi . . .
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Toko bahan sembako di kawasan Jalan Kalibutuh Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah diberlakukan sejak 1 September 2017.

HET beras diatur berdasarkan zonasi. Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Sulawesi dianggap sebagai wilayah produsen beras.

Sehingga di wilayah-wilayah tersebut harga beras medium yang ditetapkan Rp 9.450/kg dan premium Rp 12.800/kg.

Sementara untuk wilayah lainnya yang membutuhkan ongkos transportasi lebih, harga tersebut ditambah Rp 500.

Berlakunya HET membuat seorang pedagang beras di Jalan Kalibutuh Nomor 5-7, Surabaya, bernama Elly (60) ,emhali pasrah.

"Kami ikut menerapkan HET juga," ujarnya saat ditemui di tokonya pada Selasa (5/9/2017).

Meski terapkan HET, Elly mengaku juga mengikuti situasi dan kondisi pasar.

"Jadi dibilang ikut standar juga tidak," ujarnya.

Alasannya, dia menganggap tak ada ketentuan baku yang dapat mengatur HET gabah.

Akibatnya, harga gabah yang melambung tinggi membuatnya cenderung menjual beras dengan harga tinggi pula.

"Kami juga mendapat dari penggilingan berapa dan akan jual berapa, kita juga akan menekan mereka kalau HET tinggi," tutup Elly.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help