TribunJatim/

Penurunan Bendera Myanmar di Taman ASEAN, Tak Pengaruhi Pertemuan Pemuda ASEAN di Jombang

Penurunan bendera Myanmar oleh ormas Pro Jokowi (Projo) Senin malam (4/9/21017) diyakini tak akan mempengaruhi pertemuan pemuda ASEAN (ASEAN Youth Int

Penurunan Bendera Myanmar di Taman ASEAN, Tak Pengaruhi Pertemuan Pemuda ASEAN di Jombang
SURYA/SUTONO
Massa Pro Jokowi saat menurunkan bendera Myanmar di Jombang, Senin (4/9/2017) malam. 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Penurunan bendera Myanmar oleh ormas Pro Jokowi (Projo) Senin malam (4/9/21017) diyakini tak akan mempengaruhi pertemuan pemuda ASEAN (ASEAN Youth Interfaith Camp/AYIC), yang rencana digelar di Jombang pada 18 hingga 30 Oktober 2017.

Keyakinan ini diungkapkan Direktur Pusat Studi ASEAN, Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) menanggapi aksi ormas Projo yang menurukan bendera Myanmar sebagai protes terjadi krisis kemanusian di Rohingya, Myanmar.

Gus Hans yang merupakan Ketua panitia pertemuan pemuda se-ASEAN itu, tidak akan memperkarakan penurunan bendera Myanmar di Taman ASEAN tersebut. Dia menganggap penurunan bendera itu hanya bentuk kekecewaan warga.

Dia sendiri mengaku prihatin terhadap tragedi kemanusian di Myanmar. Apa lagi ribuan manusia harus terusir dari rumahnya dan bingung tempat berlindung.

"Sehingga sangat wajar krisis di Myanmar menyakiti dan mengecewakan hati banyak orang. Kami anggap penurunan bendera itu reaksi yang menunjukkan kekecewaan warga Jombang atas Myanmar," cetus Gus Hans kepada Surya, Selasa (5/9/2017).

Gus Hans juga berharap gerakan atau aksi ormas Projo ini dapat mereduksi aksi-aksi yang lain. Menurutnya, lebih tepat jika aksinya difokuskan kepada penyaluran bantuan bagi penduduk Rohingya, lewat lembaga terpercaya yang sudah ada.

Terkait rencana AYIC, Gus Hans mengungkapkan Myanmar justru negara dengan delegasi terbesar yang akan datang ke Jombang. Rombongan besar ini, dikarenakan mereka ingin sekali mempelajari tentang kehidupan bertoleransi di Indonesia.

Gus Hans berpendapat, masalah kemanusian masih menjadi pekerjaaan rumah bagi pemerintah Myanmar. “Dan panitia yakin warga Jombang bisa jadi tuan rumah kegiatan Internasional ini dengan baik,” pungkasnya.

Baca: Warga di Tiga Kecamatan di Magetan Ancam Tutup Jalan, Penyebabnya ini


Diberitakan sebelumnya, belasan anggota ormas Projo di Jombang, mencopot paksa bendera Myanmar yang berkibar di taman ASEAN (Association South East Nation), kawasan bundaran Ringin Contong Jombang, Senin malam (4/8/2017). Ini protes atas terjadinya kekerasan terhadap umat muslim Rohingya.



Bendera tersebut kemudian diarak dan diserahkan ke polres setempat. Massa meminta agar kekerasan terhadap umat muslim Rohingya segera dihentikan. Jika tidak maka, Projo akan melakukan aksi lanjutan.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help