TribunJatim/

Warga di Tiga Kecamatan di Magetan Ancam Tutup Jalan, Penyebabnya ini

Keberadaan kendaraan angkutan berat dump truk yang mengangkut galian C, yang lalu-lalang di wilayah tiga kecamatan di Kabupaten Magetan dinilai sudah

Warga di Tiga Kecamatan di Magetan Ancam Tutup Jalan, Penyebabnya ini
Surya/Doni Prasetyo
Warga di tiga desa, tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Magetan menutup jalan dari kendaraan angkutan berat, dump truk yang dinilai mengganggu dan menyebabkan kerusakan fasilitas umum. Tidak hanya itu, akibat polusi yang ditimbulkan dump truk banyak warga menderita sesak nafas. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Keberadaan kendaraan angkutan berat dump truk yang mengangkut galian C, yang lalu-lalang di wilayah tiga kecamatan di Kabupaten Magetan dinilai sudah sangat meresahkan warga setempat.

Akibat dilalui kendaraan angkutan berat itu tidak saja fasilitas umum berupa jalan desa dan kabupaten yang rusak, tapi juga menyebabkan polusi udara berupa debu, sehingga banyak warga di wilayah tiga kecamatan itu menderita sesak nafas.

"Saya kecewa dengan Bupati Magetan sebagai pimpinan daerah tidak tegas. Janji mau menggelar razia kendaraan yang melanggar batas muatan, tapi nyatanya Dinas Perhubungan (Dishub) juga seperti menutup mata sampai sekarang,"kata Triyanto, Kepala Desa Winong, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan kepada Surya, seusai menghadiri rapat di Ki Mageti, Selasa (5/9/2017).

Menurut warga setempat, kalau sampai pekan depan keberadaan dump truk yang lalu lalang di wilayah desa setempat belum menunjukan adanya perubahan, kita akan blokir jalan untuk dump truk.

"Kalau sampai keberadaan dump truk yang melewati wilayah kita tidak ada perubahan, kita sepakat dengan warga tetangga desa, bila sampai pekan depan tidak ada perubahan, kita blokir dump truk bila lewat di jalur jalan di tiga kecamatan,"kata Munawar, warga Desa Winong, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan ini.

Warga tiga desa di tiga kecamatan yang resah akibat kebedaraan dump truk pengangkut galian C yaitu, Desa Tanjung Sepreh/ Winong, Kecamatan Maospati, Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro dan Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Di pertigaan antara tiga desa, di wilayah tiga kecamatan itu rawan bentrokan antara warga setempat yang memblokir jalan dan pengemudi dump truk, yang jumlahnya mencapai ratusan setiap harinya itu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan Bambang Trianto menyebutkan ada empat opsi hasil pertemuan warga, pemilik angkutan dump truk, pengusaha galian, Polri, TNI, perangkat di tiga desa dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan di ruang rapat Ki Mageti setempat.

"Mudah mudahan hasil kesepakatan pertemuan di ruang rapat Ki Mageti Pemkab Magetan bisa dijalankan dan tidak sampai ada blokir jalan lagi,"kata Sekda Bambang Trianto kepada Surya, Selasa (5/9/2017).

guru agama

Dikatakan Sekda Bambang, empat kesepakatan itu pengusaha angkuta tidak melanggar batas muatan/tonase, mengurangi frekwensi armada, mengurangi kecepatan, dan menutup bak truk dengan rapi agar debu tidak berhamburan.

"Harapan kita, semua pihak yang terkait bisa memegang kesepatan ini, agar jangan sampai terjadi keributan yang terus menerus seperti selama ini,"kata Bambang Trianto. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help