TribunJatim/

Gelar Pameran Buku Agama di Tempat Umum, Pengurus Ahmadiyah Madiun Diberi Peringatan

- Nekat menggelar pameran buku di tempat publik, sejumlah pengurus Jemaat Ahmadiyah dipanggil ke Kantor Kementerian Agama Kota Madiun, Selasa (5/9/201

Gelar Pameran Buku Agama di Tempat Umum, Pengurus Ahmadiyah Madiun Diberi Peringatan
Surya/Rahadian Bagus
Pertemuan dengan sejumlah Pengurus Ahmadiyah di kantor Kemenag Kota dihadiri perwakilan Polres Madiun Kota, Kejari Kota Madiun, Kodim 0803 Madiun, FKUB, MUI dan Kesbangpol Kota Madiun. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Nekat menggelar pameran buku di tempat publik, sejumlah pengurus Jemaat Ahmadiyah dipanggil ke Kantor Kementerian Agama Kota Madiun, Selasa (5/9/2017).

Organisasi yang dilarang pemerintah Indonesia ini menggelar pameran buku berisi ajaran Ahmadiyah di Lapangan Gulun, Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, pada Minggu (20/9/2017) lalu.

"Sejak 20 Agustus 2017 mereka menggelar pameran di Lapangan Gulun. Di sana otomatis menjual buku dan menyebarkan ajaran. Padahal SKB tiga menteri dan peraturan gubernur sudah melarang. Untuk itu mereka (pengurus Ahmadiyah) kami panggil," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Madiun, Amir Sholehudin, Selasa (5/9/2017) siang

Pertemuan di kantor Kemenag Kota Madiun itu dihadiri perwakilan Polres Madiun Kota, Kejari Kota Madiun, Kodim 0803 Madiun, FKUB, MUI dan Kesbangpol Kota Madiun.

Amir yang memimpin pertemuan pada forum itu sengaja memanggil pengurus Ahmadiyah untuk memberikan peringatan. Pihaknya mengantisipasi agar tidak terjadi gejolak dan situasi tetap kondusif.

"Ini merupakan langkah kami memperingatkan kalau ada pelanggaran. Kami dengan sopan mengajak diskusi dan mengingatkan dengan cara yang baik," ujar Amir.

Ia meminta kepada pengurus Ahmadiyah agar tidak mengulang kegiatan serupa. Pemanggilan para pengurus Ahmadiyah hari itu merupakan upaya memberi peringatan yang paling aman dan kondusif.

"Kalau terjadi lagi maka aparat kepolisian yang akan bertindak," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Ahmadiyah, Sajid Ahmad Sutikno beralasan pameran buku yang mereka gelar di Lapangan Gulun, hanya pameran kecil. Selain itu, pameran itu tidak digelar setiap hari di Lapangan Gulun Kota Madiun.

"Kami menggelar pameran buku itu hanya kecil-kecilan seperti jualan pecel di Lapangan Gulun. Kadang kadang seminggu sekali dan kadang absen," kata Sajid.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help