TribunJatim/

Gedung Itu Masih Proses Rehab Tapi Sudah Ambruk, Lalu . . .

Atap gedung kelas 6 A dan B di SDN Kutorejo II di Jalan Raya Pasar Baru Pandaan, Kuti II, Kelurahan Kutorejo Kecamatan Pandaan,Kabupaten Pasuruan, ya

Gedung Itu Masih Proses Rehab Tapi Sudah Ambruk, Lalu . . .
surya/Galih Lintartika
TAK TERSISA : Bangunan SDN Kutorejo II yang ambruk. 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Atap gedung kelas 6 A dan B di SDN Kutorejo II di Jalan Raya Pasar Baru Pandaan, Kuti II, Kelurahan Kutorejo Kecamatan Pandaan,Kabupaten Pasuruan, yang ambruk pada Kamis (7/9/2017) malam sekira pukul 19.00 itu ternyata masih dalam proses rehabilitasi.

Itu diperkuat dengan papan kontrak kerja yang terpasang di sisi atap gedung kelas 6 A dan B yang ambruk.

Dalam papan itu sudah jelas, gedung kelas 6 A dan B masuk dalam program Dinas Pendidikan untuk peningkatan sarana dan prasarana Sekolah Dasar (SD). Nilai kontrak kerjanya senilai Rp 91.678.000.

Anggaran yang digunakan merupakan APBD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tahun 2017.

Dalam papan itu juga dijelaskan, proyek rehabilitasi ini dilaksanakan oleh CV JOKOTOLE dengan konsultan pengawas CV TITIAN CAHAYA. Waktu penyelesaian rehabilitasi ini 65 hari, terhitung dari tanggal 27 Juli sampai dengan 30 September 2017 mendatang.

Namun, kenyataan di lapangan, belum sebulan direhabilitasi, atap bangunan ini sudah ambruk.

Baca: Atap Bangunan SDN II Kutorejo pandaan Pasuruan Ambruk Bersamaan Dengan Adzan Isya

"Kami juga tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi. Yang jelas, bangunan ini sedang dalam proses pengerjaan rehabilitasi. Kami tidak tahu kenapa atap bisa ambruk seperti ini," kata HM. Thohir, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Pandaan.

Dia mengatakan, kabar ambruknya atap bangunan yang masih dalam proses pengerjaan rehabilitasi ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan. Kata dia, tim dari Dispendik akan datang ke lokasi esok hari.

"Sudah saya laporkan ke dinas. Besok rencananya akan ada tim yang melihat lokasi, dan akan memeriksa semuanya," paparnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help