TribunJatim/

Hariyanto Arbi Berbagi Cerita Soal Sulitnya Menjadi Atlet Bulutangkis

Hariyanto Arbi legenda bulutangkis nasional jebolan PB Djarum, menceritakan sedikit perjalanannya saat meniti karir.

Hariyanto Arbi Berbagi Cerita Soal Sulitnya Menjadi Atlet Bulutangkis
surya/Dya Ayu
Haryanto Abri (dua dari kanan) saat berada di Audisi Umum Djarum di Kudus, Kamis (7/9/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, KUDUS - Hariyanto Arbi legenda bulutangkis nasional jebolan PB Djarum, menceritakan sedikit perjalanannya saat meniti karir.

Pebulutangkis kelahiran Kudus 21 Januari 1972, 45 tahun itu mengungkapkan, untuk meraih gelar juara All England tahun 1993-1994, Juara Dunia State Express 555 tahun 1994, Juara Dunia tahun 1995 dan Juara Piala Thomas 1994, 1966, 1998 dan 2000, tak semudah membalik telapak tangan.

Apalagi saat eranya, audisi bulutangkis seperti yang digelar Djarum tak semudah seperti sekarang.

Dahulu, pebulutangkis harus datang dan mempertaruhkan nasib mereka dengan mengikuti pertandingan melawan peserta yang kadang usianya tak sepadan, hal ini menjadi kesulitan tersendiri baginya.

"Dulu saya di Djarum saya ikut pembibitan dari kecil. Dulukan tidak seperti sekarang, pas jaman saya tidak ada pembagian kelompok umur, adanya kelompok A, B, C, dan itu menjadi kesulitan tersendiri. Belum lagi kita yang harus datang kesini, sekarang enak Djarumnya yang datang ke kota-kota peserta," kata Hariyanto Arbi pada Surya.co.id, Kamis (7/9/2017).

Pihaknya menilai saat ini kondisi pencarian bibit justru lebih mempermudah peserta, untuk itu pihaknya mengharapkan agar dengan komitmen Djarum yang dinilai sangat memberikan kesempatan luas kepada peserta, dapat dimaksimalkan dengan baik.

"Dengan komitmen Djarum yang tidak kendor dari dulu sampai sekarang, ini menjadi media tersendiri untuk mencetak atlet. Maka dari itu harus dimanfaatkan. Bayangkan, dulu saya datang dari klub disini tes, kalau bagus dan bisa tanding, baru bisa masuk. Sekarang pihak Djarum yang datang," ujarnya.

Bagi Hariyanto Arbi, selain dibutuhkan semangat yang tinggi dan pantang menyerah, untuk menjadi atlet yang sukses, seorang atlet perlu memiliki komitmen yang kuat. (Surya/Dya Ayu)

Penulis: Dya Ayu
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help