TribunJatim/

Krisis Air Ancam Wilayah Pasuruan, Beberapa Wilayah Sudah Alami Kekeringan

Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan terancam krisis air bersih di musim kemarau ini.Bahkan, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daera

Krisis Air Ancam Wilayah Pasuruan, Beberapa Wilayah Sudah Alami Kekeringan
surya/Galih Lintartika
KEKERINGAN : Warga Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan sedang mengambil air bersih. Di kawasan ini, warga sudah kesulitan mendapatkan air bersih. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan terancam krisis air bersih di musim kemarau ini.Bahkan, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat, sudah ada 12 desa di tiga kecamatan yang mengalami kekeringan.

Warga pun terpaksa menunggu bantuan air bersih dari BPBD melalui dropping menggunakan truk pengangkut air bersih.

Widayati, salah satu warga Dusun Gunung Malang, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, mengatakan, air di daerahnya ini memang belum habis. Namun, beberapa kali kesempatan, air sudah tidak mengalir dari lereng Arjuno.

Rumah Widayati berada di kaki Gunung Arjuno - Welirang.

"Minggu kemarin full, satu minggu air tidak mengalir sama sekali. Kalau minggu ini, sejak selasa sudah mengalir," katanya kepada Surya.

Dia mengatakan, jarak rumahnya dengan sumber mata air cukup jauh sekitar 13 kilometer (KM). Jadi, semisal sumber mata air tidak mengalir, ia terpaksa berjalan kaki untuk ke sumber mata air lainnya.

Upaya itu belum tentu membuahkan hasil, sebab, sumber mata air lainnya juga belum tentu mengalir.

"Kalau krisis air ya diam saja, menunggu bantuan pemerintah air bersih. Tapi, kalau hanya menunggu ya tidak bisa karena air bersih itu kebutuhan pokok," terangnya.

Baca: Tanggal Nikahan Laudya Cynthia Bella dan Engku Emran Bocor! Netter Malah Bandingin sama Raisa-Hamish

Jadi, kata dia, saat air mengalir dari sumber mata air, ia memanfaatkannya secara maksimal. Artinya, ia menyimpan air bersih ke tandon-tandon cadangan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi kekeringan atau saat sumber tak lagi mengeluarkan air.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help