TribunJatim/

Satpol PP Tulungagung Merazia Karaoke Yang Tak Tersentuh

- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung melakukan razia ke sejumlah Karaoke di Kabupaten Tulungagung. Bahkan Karaoke yang selam

Satpol PP Tulungagung Merazia Karaoke Yang Tak Tersentuh
Surya/David Yohanes
Anggota Satpol PP Kabupaten Tulungagung tengah memeriksa salah satu minuman di gudang Karaoke Markas, di Jalan Soekarno-Hatta Tulungagung. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung melakukan razia ke sejumlah Karaoke di Kabupaten Tulungagung. Bahkan Karaoke yang selama ini luput dai razia aparat, Kamis (7/9/2017) sore.

Saat razia memasuki Karaoke Dinasty di Jalan Panglima Sudirman Tulungagung, suasana masih sepi. Hanya ada dua ruangan yang diisi tamu untuk berkaraoke. Di bawah pimpinan Kabid Penegakkan Perundang-undangan, Kustoyo, anggota Satpol PP memasuki ruangan yang terdapat tamunya.

Mereka memeriksa identigas tamu dan pemandu lagu yang bersamanya. Selain itu, jenis minuman yang dikonsumsi tamu juga diperiksa. Di Karaoke Dinasty, petugas menemukan minuman keras dengan kadar alkohol 40 persen.

Kustoyo sempat murka, setelah tahu ada minuman keras yang dijual kepada konsumen. Kustoyo meminta manajemen Dinasty untuk menunjukkan surat izin menjual miras.
“Untuk menjual miras harus punya izin khusus. Itu yang saya tanyakan kepada menajemen,” tegas Kustoyo.

Namun pemilik Karaoke Dinasty tidak ada di lokasi. Kustoyo meminta pemilik Karaoke untuk datang ke kantornya, sembari menunjukkan izin penjualan miras.

“Kalau tidak punya izin, kami rekomendasikan untuk disegel,” ujar Kustoyo.

Razia dilanjutkan ke Karaoke Markas, yang sebelumnya bernama Yess. Di karaoke ini, petugas memasuki ruangan satu per satu. Selain itu petugas juga melihat izin yang dikantongi Markas, karena baru saja mengajukan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) baru.

Tidak sampai di situ, petugas juga masuk ke dalam gudang. Satu per satu jenis barang diperiksa, untuk menemukan miras dengan alkohol tinggi. Namun nihil, yang ditemukan hanya minuman keras dengan kadar alkohol 4,5 persen.

Razia kemudian dilanjutkan ke Dewi Dewi Entertainment di Sidorejo, Kecamatan Kauman.

Di lokasi ini, petugas Satpol PP menemukan daftar minuman keras yang dijual, lengkap dengan harganya. Saat Kustoyo meminta menunjukkan izin, manajemen tidak bisa menunjukkan.

“Kami minta untuk datang ke kantor, tunjukkan semua izin yang dipunyai,” ujar Kustoyo. Menurutnya, razia ini untuk menjawab keresahan masyarakat, terkait maraknya peredaran miras ilegal. Apalagi dua bulan terakhir, ada delapan orang yang meninggal karena miras.

Kustoyo menambahkan Perda Minuman Beralkohol mengamanatkan, penjual miras harus mengantongi izin. Karena itu tidak semua tempat bisa seenaknya menjual minuman beralkohol. (Surya/ David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help