TribunJatim/

Tiga Kecamatan di Kabupaten Madiun Terancam Alami Kekeringan, Penyebabnya ini

Musim kemarau yang terjadi sejak Juli 2017 menyebabkan Waduk Dawuhan, yang berada Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, mengalami pen

Tiga Kecamatan di Kabupaten Madiun Terancam Alami Kekeringan, Penyebabnya ini
Surya/Rahadian Bagus
Pintu irigasi Waduk Dawuhan di sebelah utara tampak kering. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Musim kemarau yang terjadi sejak Juli 2017 menyebabkan Waduk Dawuhan, yang berada Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, mengalami penurunan atau penyurutan debit air.

Penjaga waduk, Santoso saat ditemui di lokasi menuturkan, sejak tiga bulan terakhir ketinggian air mengalami penyurutan hingga separo dari ketinggian debit normal.

"Saat ini ketinggian air di waduk mencapai empat meter enam puluh sentimeter. Normalnya ketinggian air mencapai sembilan meter," kata Santoso, Kamis (7/9/2017).

Ia menuturkan, apabil dalam dua bulan ke depan tidak ada hujan maka air waduk tak dapat mengairi sawah petani. Padahal, waduk tersebut diperuntukan untuk mengairi sekitar 12.823 hektar sawah di tiga kecamatan di Kabupaten Madiun.

Dikatakan Santoso, dalam beberapa tahun terakhir, debit air di waduk tidak pernah turun hingga empat meter. Turunnya debit air di Waduk Dawuhan hingga lebih dari empat meter baru terjadi kali ini.

Apabila air di waduk mencapai ketinggian dua meter, maka aliran air ke irigasi harus ditutup. Sebab, apabila dibuka maka air di dalam waduk habis dan menyebabkan bangunan waduk rusak.

Selama ini, air waduk Dawuhan dipasok dari sejumlah sungai yang berada di daerah Kecamatan Kare. Namun, karena tidak ada hujan sejak tiga bulan yang lalu, mengakibatkan pasokan air berkurang.

Seorang petani, bernama Karso Paidi mengatakan terpaksa menggambil air menggunakan pompa air diesel karena aliran irigasi dari pintu waduk Dawuhan menuju sawahnya sudah kering.

"Sudah sekitar dua bulan ini. Terpaksa pakai diesel untuk mengambil air," katanya.

Senada dikatakan Legi, petani asal Dusun Dawuhan, Desa Sidomulyo ini mengatakan penyusutan debit air di waduk Dawuhan sangat berdampak pada petani.

Dikatakan Legi, sebagian petani yang selama ini mengandalkan air dari waduk terpaksa mengambil air dari sumur buatan menggunakan pompa diesel untuk mengairi tanaman di sawahnya.

Pantauan di lokasi, pintu irigasi yang berada di sebelah Utara tampak kering. Air di waduk sebelah utara tampak mengering hingga kelihatan dasar waduk.

Sejumlah petani, tampak memanfaatkan lahan kering di dalam waduk itu untuk ditanami tanaman. Di antaranya kacang panjang.

Untuk diketahui, selain Waduk Dawuhan, penurunan debit air juga terjadi di Waduk Saradan yang berada di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. (Surya/Rahadian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help