TribunJatim/

Warga Lakardowo Kembali Demo Pabrik Pengolah Limbah PT Pria, Begini Tuntutan Terbarunya

Warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kebupaten Mojokerto, kembali turun ke jalan, Kamis (7/9/2017).

Warga Lakardowo Kembali Demo Pabrik Pengolah Limbah PT Pria, Begini Tuntutan Terbarunya
SURYA/RORRY NURMAWATI
Warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kebupaten Mojokerto, kembali turun ke jalan mendemo PT Pria, Kamis (7/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kebupaten Mojokerto, kembali turun ke jalan, Kamis (7/9/2017).

Dalam aksi kali ini, warga menuntut penghentian perluasan PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) yang dinilai tidak mengantongi ijin kepada Pemkab setempat.

Ratusan warga ini pun ngeluruk kantor Pemkab dengan membentangkan poster-poster ungkapan kekesalan, menuntut hak atas dugaan pencemaran yang dilakukan pabrik pengelola limbah Bahan, Berbahaya, dan Beracun (B3) PT Pria.

(Wali Kota Mojokerto Tantang DKM Munculkan Seni Tradisi Peninggalan Majapahit)

Selama ini, warga menilai Pemkab kurang tegas dalam mengambil sikap atas kasus dugaan pencemaran itu.

Sebab, masih banyak warga yang mengalami gatal-gatal akibat menggunakan air yang tercemar.

Untuk itu, selain menuntut penghentian perluasan pabrik warga meminta kepada Pemkab untuk mengecek kesehatan yang semakin memburuk setiap harinya.

Koordinator Aksi dari Penduduk Lakardowo (Pendowo) Bangkit, Utomo mengatakan, warga menuntut kepada Pemkab untuk segera bertindak, terlebih dalam mengatasi masalah kesehatan yang mengancam Desa Lakardowo. Terlebih, kasus dugaan pencemaran ini sudah berlangsung sejak lama.

(Kaget Tiba-tiba Muncul Bayangan Besar di Jalan Saat Tengah Malam, Panther ini Tewaskan Tiga Orang)

"Kalau bupati tidak bisa mengatasi masalah ini, lebih baik turun saja dari jabatannya. Kami ingin bupati turun mengecek langsung kondisi di Lakardowo, seperti apa warganya, seperti apa kondisi airnya. Kami akan terus menuntut hak kami," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurmawati
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help