TribunJatim/

Edan, Pengedar Narkoba di Jombang ini Telan 40 Butir Pil Koplo Saat Diringkus Polisi

Satreskoba Polres Jombang menangkap FDS (22) warga Jalan PB Sudirman, Jombang, AA (27) warga Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota dan GF (27) warg

Edan, Pengedar Narkoba di Jombang ini Telan 40 Butir Pil Koplo Saat Diringkus Polisi
surya/ Rorry Nurmawati
Para pelaku pengedar pil double 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Satreskoba Polres Jombang menangkap FDS (22) warga Jalan PB Sudirman, Jombang, AA (27) warga Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota dan GF (27) warga Desa Sumberagung, Megaluh, karena penyalahgunaan obat keras berbahaya dan narkotika.

Ketiganya dibekuk Polisi dalam kurun waktu sehari di tempat yang berbeda, Jumat (8/9/17).

Salah satu pelaku, AA, bahkan sempat mencoba 'memakan' 50 butir obat keras berbahaya (okerbaya) jenis double L guna menghilangkan barang bukti.

Kasat Resnarkoba, AKP Hasran, mengatakan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran obat double L di wilayah setempat. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan dan ditangkaplah ketiga pelaku tersebut.

“Yang kami tangkap pertama kali adalah FDS di rumah kosnya Jalan PB Sudirman," kata Hasran kepada Surya.

Dari tangan kuli bangunan ini, disita 27 butir pil double L dalam bekas bungkus rokok dan sebuah telepon seluler Advan berikut SIM-cardnya.

“Dari penangkapan pertaman ini kemudia kami kembangan dan berhasil menangkap pengedar lain. Yakni AA, yang kami tangkap tidak jauh dari lokasi penangkapan FDS," terangnya.

Saat ditangkap itulah, sambung Hasran, AA yang juga pedagang sepeda bekas ini berusaha menghilangkan barang bukti dengan 'memakan' alias memasukkan ke mulutnya sendiri 50 butir pil haram tersebut.

Petugas yang berusaha mengagalkannya hanya berhasil sebagian. Karena hanya sekitar 10 butir yang dikeluarkan paksa dari mulut korban oleh polisi. Sedangkan 40 butir lainya terlanjur masuk ke perut pelaku.

“Ketika ditangkap, si AA ini selain menelan barang bukti, pelaku juga berontak hingga wajahnya terbentur aspal, sebelum akhirnya diringkus petugas,” jelas Hasran.

Dari keterangan kedua pelaku, kemudian polisi kembali berhasil pelaku lainnya, yakni GF, di rumahnya Dusun Mireng Desa Sumberagung, kecamatan Megaluh.



Pelaku ditangkap berikut barang bukti, diantaranya satu buah pipet kaca yang diduga terdapat sisa bekas sabu, 340 butir pil double L dalam sebuah kotak kue, sejumlah uang serta sebuah ponsel berikut SIMcardnya.

“Atas perbuatanya, FDS dan AA kami jerat pasal 196 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Sedangkan GF dijaring Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," pungkas Hasran.(Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help