TribunJatim/

Sempat Divonis Bersalah Cemarkan Nama Baik, Kepala Desa ini Akhirnya Malah Bebas

Kepala desa ini akhirnya bisa bernapas lega setelah perjuangan terbebas dari jerat hukum pencemaran nama baik berbuah manis.

Sempat Divonis Bersalah Cemarkan Nama Baik, Kepala Desa ini Akhirnya Malah Bebas
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Kades Sumbergedang, Kabupaten Pasuruan Niam Sovie menunjukkan berkas banding yang dikabulkan Pengadilan Tinggi, Jumat (8/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kepala Desa (Kades) Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Niam Sovie (43) tidak ada hentinya mengucap syukur kepada Tuhan.

Ini setelah dia dinyatakan bebas paska memori bandingnya atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Bangil ke Pengadilan Tinggi (PT) dikabulkan.

Hal itu tertuang dalam surat putusan nomor Nomor 441/PID.SUS/2017/PT SBY yang menyatakan bahwa membatalkan semua putusan PN Bangil.

Niam dinyatakan bebas atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim dalam kasus yang menjeratnya.

(Sebelum Gedung SD Ambruk, Kasek Ternyata Sudah Punya Firasat dan Mengingatkan ke Pengembang, Tapi)

Niam divonis lima bulan penjara karena dianggap terbukti bersalah dan melanggar
Pasal 27 ayat 3 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang tertuang dalam surat putusan putusan Pengadilan Negeri Bangil tanggal 7 Juni 2017 Nomor 48/Pid.Sus/2017/PN Bil.

Niam dianggap terbukti melakukan pencemaran nama baik seseorang di akun pribadi media sosial (medsos) Facebook miliknya.

"Padahal saya tidak berniat mencemarkan nama baik. Saat itu, saya menulis apa adanya. Tapi, sekarang saya sangat bersyukur dan senang, akhirnya saya bebas dan bisa kembali beraktivitas. Saya bisa kembali memberikan pelayanan ke masyarakat lebih optimal," katanya kepada Surya, Jumat (8/9/2017).

(Sering Antar Anak Sekolah, Ibu Muda ini Sedot Uang Rp 96 Juta dari ATM Teman, Modusnya Sederhana)

Dia menceritakan, awalnya, ia memosting harapan membangun desa lebih baik ke depannya di akun FB pribadinya. Setelah itu, ada beberapa komentar yang membanjiri statusnya tersebut. Dari beberapa komentar, ada warga yang menanyakan soal jalan rusak, padahal baru saja dibangun.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help