TribunJatim/

Homestay Rumah Using akan Bersaing di Tingkat Internasional, Begini Caranya

Kemenpar akan membantu mempromosikan homestay di Banyuwangi ke travel agen, seperti Agoda, Traveloka, dan lainnya.

Homestay Rumah Using akan Bersaing di Tingkat Internasional, Begini Caranya
TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Menteri Pariwisata Arief Yahya (dua dari kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi homestay bernuansa Rumah Using di Kemiren Banyuwangi. 

TRIBUNJATIM.COM/BANYUWANGI - Banyuwangi terus mengembangkan ‎desa wisata, utamanya di desa yang memiliki atraksi budaya, seperti di desa adat, Kemiren, Banyuwangi. ‎

Untuk itu, Banyuwangi mengembangkan homestay yang dikelola oleh penduduk setempat.

Di Kemiren terdapat 55 homestay yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantu mempromosikan homestay di travel agen.

"Homestay harus dikelola secara korporasi. Tidak bisa sendiri-sendiri. Karena itu, kami dari Kemenpar akan membantu untuk mempromosikan homestay di Banyuwangi ke travel agen, seperti Agoda, Traveloka, dan lainnya," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, saat mengunjungi homestay di Desa Kemiren, Sabtu (9/9/2017).

Arief mengatakan selama ini, homestay dikelola secara sendiri-sendiri.

Padahal persaingan homestay bukan di Banyuwangi saja, melainkan tingkat nasional dan global.

Karena itu, pengelolaan homestay harus dikelola secara korporasi.

"Kami akan bantu untuk menjual homestay ke dunia internasional," kata Arief.

Arief mengatakan pembangunan homestay harus menggunakan arsitektur nusantara.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help