TribunJatim/

Penerbangan ke Banyuwangi Bakal Makin Tinggi Frekuensinya, Simak Strateginya

Angkasa Pura II akan membantu maskapai untuk membawa lebih banyak trafik agar bandara bisa dikembangkan lebih besar.

Penerbangan ke Banyuwangi Bakal Makin Tinggi Frekuensinya, Simak Strateginya
TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (dua dari kiri) bersalaman dengan Direktur Komersial PT AP II Daan Ahmad bersalaman usai menandatangani nota kesepahaman soal pengembangan Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Sabtu (9/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memulai sinergi dengan PT Angkasa Pura (AP) II untuk pengembangan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Komersial PT AP II Daan Ahmad.

Anas mengatakan ini merupakan sinergi positif dalam pengembangan Bandara Banyuwangi.

Anas mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sangat berperan dalam mendukung pengembangan Banyuwangi.

”Pak Menteri Perhubungan selalu menyemangati kami untuk berbenah. Kemenhub juga menjadi pihak yang punya peran luar biasa sehingga Bandara Banyuwangi bisa berkembang sepesat ini,” kata Anas.

Penandatanganan MoU dilakukan di Terminal Bandara Blimbingsari, seusai penerbangan perdana Jakarta-Banyuwangi oleh Garuda Indonesia, Jumat (8/9).

Penandatanganan MoU tersebut turut juga disaksikan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, dan Kepala Bandara Blimbingsari Dodi Dharma Cahyadi.

Direktur Komersial PT AP II Daan Ahmad mengatakan, setelah penandatanganan MoU ini, AP II akan bekerja mendorong pengembangan Bandara Banyuwangi.

”Sebagai langkah awal, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Pemkab Banyuwangi untuk melihat hal-hal mana yang akan dikembangkan,” kata Daan.

Setidaknya ada dua aspek yang akan dikembangkan, yakni sisi udara dan sisi darat.

Untuk sisi udara, AP II akan membantu maskapai untuk membawa lebih banyak trafik. Karena frekuensi penerbangan sangat dibutuhkan untuk membuat bandara lebih besar dari sebelumya

“Di sini masih sangat mungkin untuk create traffic lebih banyak lagi. Target kita memang naikin trafik. Dan ke depan, seiring perkembangan, bandara ini bisa dikembangkan menjadi bandara internasional. Dari sisi darat, kami sudah siapkan beberapa pengembangan, ada investasi-investasi baru untuk bandara ini,” kata Daan.

Bandara Banyuwangi mulai beroperasi 2010. Sejak 2014, pemerintah daerah mengembangkan terminal baru berkonsep hijau pertama di Indonesia dengan dana APBD Banyuwangi dan Pemprov Jatim.

Rute ke Banyuwangi sendiri dilayani sebanyak enam kali sehari, yaitu tiga dari Surabaya oleh Garuda Indonesia dan Wings Air.

Ada pula rute Jakarta-Banyuwangi oleh Nam Air sebanyak dua kali dan baru saja ditambah satu kali oleh Garuda Indonesia. 

Penulis: Haorrahman
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help