TribunJatim/

Ratusan Sopir Dump Truk Berencana Datangi Gedung DPRD Magetan, Tujuannya Ini

Sekitar 300 dump truk yang beroperasi di wilayah Kabupaten Magetan, berencana mendatangi gedung DPRD dan Kantor Bupati Magetan, Senin (11/9/2017).

Ratusan Sopir Dump Truk Berencana Datangi Gedung DPRD Magetan, Tujuannya Ini
Surya/Doni Prasetyo
Warga di tiga desa, tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Magetan menutup jalan dari kendaraan angkutan berat, dump truk yang dinilai mengganggu dan menyebabkan kerusakan fasilitas umum. Tidak hanya itu, akibat polusi yang ditimbulkan dump truk banyak warga menderita sesak nafas. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sekitar 300 dump truk yang beroperasi di wilayah Kabupaten Magetan, berencana mendatangi gedung DPRD dan Kantor Bupati Magetan, Senin (11/9/2017).

Awak dump truk minta DPRD dan Bupati mencarikan solusi membuka seluruh akses jalan yang ditutup warga.

Termasuk menyamakan persepsi terkait berat angkutan (tonase) dan harga hasil galian C yang diangkutnya.

Surat pemberitahuan datangnya rombongan ratusan dump truk ke gedung DPRD, Kantor Bupati itu sudah diterima DPRD dan Kepolisian setempat.u

"Bener, surat pemberitahuan teman teman dari pengemudi dan pengusaha dump truk sudah diterima Sekretaris Dewan (Sekwan), Jumat (8/9) kemarin,"kata Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Joko Suyono kepada Surya, Minggu (10/9).

Menurut Joko Suyoni, surat pemberitahuan kedatangan kendaraan angkutan material bangunan yang diterima sekretaris DPRD itu menyebutkan, peserta aksi damai awak dump truk sekitar 300 - 400 dump truk, yang akan ke gedung DPRD, Kantor Bupati dan Pendopo Kabupaten.

"Kalau tidak salah, saya sekilas membaca peserta yang ikut aksi itu disebutkan sekitar 300 - 400 dump truk. Penambahan peserta mungkin saja bisa. Saya belum up date beritanya. Kalau beredar diluaran yang datang sebanyak 500 dump truk,"kata bakal calon bupati Magetan dari PDIP ini.

Dikatakan bakal calon bupati (Bacabup) Magetan ini, kedatangan mereka ke DPRD dan Kantor Bupati, seperti disebutkan dalam surat itu, meminta DPRD dan Bupati mencarikan jalan keluar terkait akses jalan yang ditutup warga.

"Selain minta membuka akses jalan, mereka juga meminta menyamakan persepsi masalah berat muatan (tonase) dan harga bahan galian C (batu, pasir dan tanah uruk) yang selama ini dimainkan pelaksana proyek," jelas Joko Suyono.

Kapolres Magetan AKBP Muslimin membenarkan sudah menerima surat pemberitahuan dari massa dump truk yang akan menggelar aksi damai di gedung DPRD dan Kantor Bupati itu.

"Kami sudah terima surat pemberitahuan aksi damai para awak dump truk itu. Polisi akan menjaga dan mengamankan penyampaian aspirasi mereka ke DPRD dan Bupati Magetan," kata Kapolres Muslimin kepada Surya, Minggu (10/9). (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help