TribunJatim/

10 Tahun ini, Edi dan Sri Asal Tulungagung ini Hanya Menghabiskan Hari-harinya di Atas Ranjang

Sebuah televisi kecil dan sebuah radio yang setiap hari menemani Edi Sukarman (33), warga Dusun Krajan RT 2/RW 3, Desa Banaran, Kecamatan Kauman.

10 Tahun ini,  Edi dan Sri Asal Tulungagung ini Hanya Menghabiskan Hari-harinya di Atas Ranjang
Surya/David Yohanes
Sri Endang Hari Pujiastuti (39) lumpuh karena penyakit yang belum diketahui. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebuah televisi kecil dan sebuah radio yang setiap hari menemani Edi Sukarman (33), warga Dusun Krajan RT 2/RW 3, Desa Banaran, Kecamatan Kauman.

Kedua kakinya lumpuh, sementara tangannya mengecil dan nyaris tak berfungsi.

Edi duduk di tepi dipan bambu di kamarnya yang berdinding bambu nan sempit, dan hanya bertutup korden usang.

Untuk sekedar bersalaman, Edi harus menopang tangan kanannya dengan tangan kiri. Tangannya bergetar, jemarinya tertutup dan terasa dingin.

“Setiap hari ya begini. Kalau capek tidur, paling duduk di tepi dipan,” ucapnya.

Sebelumnya Edi sehat dan tubuhnya normal. Namun menginjak usai 19 tahun, Edi mengalami panas tinggi.

Kaki dan tangannya mulai terasa lemas. Sampai kemudian kedua kakinya benar-benar lumpuh dan tidak bisa digerakkan.

Edi sempat dirawat di RSUD dr Iskak Tulungagung. Namun karena kondisinya memburuk, Edi dirujuk ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Saat itu Edi ditangani langsung seorang profesor dari Belanda.

Namun hingga kini Edi belum tahu penyakitnya. Sebab menurut sang profesor, Edi menderita penyakit langka.

“Yang pasti bukan folio. Katanya profesor itu ada pengecilan otot dan syaraf yang terjepit,” ucap Edi.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help