TribunJatim/

Andy F Noya 'Kick Andy' Pandu Acara Temu Responden BI Tiga Kampung Inspiratif di Kediri

Acara temu responden Bank Indonesia (BI) Kediri bakal menghadirkan tiga kampung inspiratif. Acara ini dipandu Andy F Noya, host progam Kick Andy di Ba

Andy F Noya 'Kick Andy' Pandu Acara Temu Responden BI Tiga Kampung Inspiratif di Kediri
Surya/Didik Mashudi
Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Acara temu responden Bank Indonesia (BI) Kediri bakal menghadirkan tiga kampung inspiratif. Acara ini dipandu Andy F Noya, host progam Kick Andy di Ballroom IKCC, Kota Kediri, Selasa (12/9/2017).

Tiga kampung inspiratif yang ditampilkan masing-masing Khalid Mustofa dari Kampung Coklat Blitar, Siti Ruqoyah dari Kampung Tenun Ikat Bandar, Kota Kediri serta Muhammad Kalend dari Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri.

Kepala Perwakilan BI Kediri Djoko Raharto menjelaskan, pihaknya menghadirkan tiga kampung inspiratif pada acara temu responden dengan harapan dapat memberikan inspirasi yang membangun kepada kalangan usaha kecil menengah (UKM).

Karena dari tiga kampung inspiratif telah mampu menghadirkan inovasi yang hasilnya dapat dinikmati semua masyarakat.

"Ibu Siti Ruqoyah dengan penuh kegigihan telah mampu mewujudkan Kampung Tenun Ikat Bandar," ungkapnya.

Malahan dari hasil kerja kerasnya yang penuh konsisten dan tumakminah tetap hidup sederhana.

"Padahal karyawannya sekarang sudah 98 orang. Selain itu juga selalu berinvestasi untuk kemajuan usahanya," ungkap Djoko.

Demikian pula, dengan kegigihan Pak Kalend dan Khalid Mustofa hingga mampu mewujudkan Kampung Inggris dan Kampung Coklat.

"Tiga inspirator itu kami harapkan mampu menjadi inspirasi bagi UKM di Karesidenan Kediri dan Madiun," tambahnya.

Karena keberadaan kampung inspiratif yang kreatif telah mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjadi objek wisata. Dampaknya telah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dijelaskan, kemajuan teknologi telah membawa dampak yang lebih efektif sehingga membutuhkan inovasi.

"Tidak heran kalau sekarang toko-toko banyak yang sepi karena maraknya jual beli online," tambahnya.

Sehingga pengunjung yang datang ke toko hanya untuk membandingkan harga.

"Jual beli online juga lebih efisien dan membuat harga lebih bersaing," ungkapnya. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help