TribunJatim/

Demo Ratusan Awak Dump Truk, Minta Akses Jalan Dibuka, Lalu . . .

Ratusan awak kendaraan dump truk yang beroperasi disejumlah wilayah di Kabupaten Magetan geruduk gedung DPRD setempat.

Demo Ratusan Awak Dump Truk,  Minta Akses Jalan Dibuka, Lalu . . .
Surya/Doni Prasetyo
Warga di tiga desa, tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Magetan menutup jalan dari kendaraan angkutan berat, dump truk yang dinilai mengganggu dan menyebabkan kerusakan fasilitas umum. Tidak hanya itu, akibat polusi yang ditimbulkan dump truk banyak warga menderita sesak nafas. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ratusan awak kendaraan dump truk yang beroperasi disejumlah wilayah di Kabupaten Magetan geruduk gedung DPRD setempat.

Kedatangan awak dump truk ke DPRD itu akses jalan di empat wilayah kecamatan di Kabupaten Magetan yang ditutup warga minta dibuka.

Kedatangan ratusan awak dump truk itu disertai kendaraannya, namun karena tidak ingin mengganggu aktivitas warga pengguna jalan lainnya, Polisi bersama TNI setempat, meminta dump truk yang disedianya akan dibawa ke gedung DPRD untuk diparkir dipintu masuk wilayah kota, hanya beberapa yang diperbolehkan untuk mengangkut peserta demo.

Aksi menyampaikan aspirasi pekerja kendaraan angkutan berat ini itu dimulai sekitar pukul 09.00 dan begerombol di Timur Kantor Polres Magetan, sekitar pukul 10.25, dengan dikawal aparat Kepolisian setempat, berjalan menuju gedung DPRD.

Puluhan truk yang diizinkan masuk wilayah kota untuk mengangkut peserta demo, diminta di parkir di stadion Yosonegoro, hanya dua truk pembawa sound system yang diboleh terus sampai jalan depan gedung DPRD setempat.

Polisi mengundang 11 orang perwakilan sebagai negosiator dari awak dump truk masuk ke gedung DPRD untuk menyampaikan permasalah mereka.

Setelah sekitar dua jam awak dump truk itu didalam gedung DPRD, 11 perwakilan itu keluar dan menemui teman temannya yang menunggu di luar.

"Kita diberi waktu dua hari, untuk bisa kembali melewati akses jalan yang ditutup warga setempat. Saat ini kita menunggu hasil nego Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD," kata Kenot, salah satu perwakilan awak dump truk yang ikut masuk ke gedung DPRD kepada Surya, Senin (11/9).

Kapolres Magetan AKBP Muslimin untuk mengamankan aksi demo sekitar 400 orang lebih itu cuma menurunkan satu kompi atau 100 personil, ditambah dua peleton atau sekitar 50 personil sebagai tim negosiator.

"Polisi tugasnya melayani, mengayomi, dan melindungi warga, jadi selain mengamankan peserta yang menyalurkan aspirasinya ke DPRD, Polisi juga mengamankan warga yang lain. Alhamdulillah aksi ini damai dan berakhir dengan solusi yang Insha Allah bisa diterima semuanya," kata Kapolres Muslimin.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help