TribunJatim/

Satpol PP Pasuruan Kejar - kejaran Saat Tangkap Penjual Miras

Pekerjaan rumah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan tampaknya masih banyak. Penyebabnya, karena masih banyaknya penjual minuman

Satpol PP Pasuruan Kejar - kejaran Saat Tangkap Penjual Miras
surya/Galih Lintartika
Satpol PP tetap merazia miras yang masih beredar di wilayah Kabupaten Pasuruan 

 TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pekerjaan rumah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pasuruan tampaknya masih banyak. Penyebabnya, karena masih banyaknya penjual minuman keras (miras) di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang tetap berjualan meski sudah berulang kali ditertibkan. Seperti yang dilakukan, Senin (11/9/2017) dinihari.

Satpol PP mengamankan dua penjual miras di wilayah Pandaan. Mereka adalah Mardi dan Arifin. Namun, dalam mengamankan dua penjual miras ini , Satpol PP harus bersusah payah.

Sebab, petugas harus kejar-kejaran dengan para penjual miras ini. Mereka tampaknya sudah mengetahui bahwa petugas akan melakukan razia.

Dari dua penjual miras di Pandaan ini, petugas mengamankan ratusan miras dari berbagai macam merk. Bahkan, dari jumlah ratusan yang diperkirakan mencapai 500 botol itu, didominasi miras oplosan.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Sasongko mengatakan, dua penjual miras ini tergolong penjual yang nakal. Artinya, mereka sudah pernah diamankan sebelumnya.

"Mereka ini pemain lama. Mereka sudah kami razia tapi tetap saja tidak kapok dan berjualan terus. Ini masuk dalam catatan kami, dan mereka sudah dua kali dirazia," katanya.

Dia menjelaskan, dalam pemeriksaan, mereka ini memang mengaku terpaksa berjualan miras. Sebab, selama ini mereka mendapatkan penghasilan dari berjualan miras.

"Mereka sudah bertahun-tahun berjualan miras. Mereka berdalih tidak bisa jika tidak berjualan miras. Mereka tidak punya pilihan dan pekerjaan lainnya," paparnya.

Dikatakan dia, meski begitu, pihaknya tetap menegakkan peraturan. Artinya, apa yang dilakukan dua penjual miras ini salah dan melanggar Perda No 10 Tahun 2009 tentang pengawasan, pengendalian dan penertiban terhadap peredaran dan penjualan minuman beralkohol di Kabupaten Pasuruan.

"Atas pelanggaran tersebut, yang bersangkutan diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp 50 juta," pungkasnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help