TribunJatim/

Fakultas Teknik PTN Ternama ini Bersih-bersih Mahasiswa Abadi yang Tak Kunjung Lulus

Jumlah mahasiswa abadi yang terlambat lulus ternyata cukup banyak dan masuk katagori mengkhawatirkan. Sehingga PTN negeri mulai bersikap tegas.

Fakultas Teknik PTN Ternama ini Bersih-bersih Mahasiswa Abadi yang Tak Kunjung Lulus
SURYA/AHMAD FAISOL
Ribuan mahasiswa baru saat pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMABA). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Besarnya persentase mahasiswa yang terlambat lulus alias mahasiswa 'abadi' di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM), membuat Dekan FT UM, Dr Andoko ST MT melakukan kebijakan "bersih-bersih" selama satu tahun terakhir.

Menurut Andoko, persentase mahasiswa yang terlambat lulus hingga 14 semester di fakultasnya cukup banyak. Jumlahnya mencapai sekitar 4-5 persen.

"Kepada mahasiswa yang terlambat lulus tersebut, kami tawarkan bantuan," ujarnya pada Suryamalang.com, Selasa (12/9/2017).

(Kutuk Pembantaian Muslim Rohingya, Mahasiswa Blitar Desak Jokowi Putuskan Hubungan dengan Myanmar)

Bentuknya, FT UM menurunkan grade tugas akhir atau skripsi sebagai bagian penting syarat kelulusan mahasiswa. Tugas akhir tersebut tidak sesulit dan tidak seketat skripsi pada umumnya.

"Sebagian besar yang molor itu disebabkan terhambat pada pengerjaan tugas akhir. Tingkat kesulitannya tinggi, jadi menurunkan motivasi mereka," jelas Andoko.

Mengenai kebijakan dari Wakil Rektor 1 UM yang memberi pilihan dengan penulisan artikel bagi para mahasiswa yang terlambat lulus, Andoko mengatakan belum mendengarnya secara resmi.

"Jika itu kebijakan baru, saya belum dengar secara langsung dan belum dibicarakan secara resmi dan khusus. Mungkin baru besok di tataran rapim (rapat pimpinan)," katanya.

(Imam yang Dibunuh Komplotan Anak Punk Ternyata Baru Beberapa Hari Bergabung, Penyebabnya Sepele)

Namun ia membenarkan bahwa UM memang sedang dalam proses bersih-bersih mahasiswa yang terlambat lulus.

Yaitu mahasiswa S1 yang sudah pada semester 14, D3 yang sudah di atas semester 10, dan mahasiswa S2 dan S3 yang sudah lebih dari 5 tahun berkuliah.

"Penulisan artikel juga sebenarnya tidak gampang. Menurut saya solusi dan kebijakan itu harus ditinjau lagi. Jika ingin membantu adik-adik mahasiswa, ya bisa dengan komunikasikan apa kesulitan mereka dan membantu meringankan beban skripsi," tuturnya.

(Mahasiswa Universitas Negeri Malang Hattrick Juara Lomba Baca Alquran Nasional)

Solusi yang dilakukan FT UM itu terbukti cukup efektif, karena hampir sebagian besar mahasiswa yang terlambat lulus itu akan segera diwisuda pada Oktober 2017. (Surya/Neneng Uswatun Hasanah)

Editor: Mujib Anwar
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help