TribunJatim/

Hanya Ada Tiga Distributor Miras Berizin di Tulungagung

Tulungagung sebenarnya sudah mempunyai Perda Pengendalian Minuman Beralkohol (Minol) sejak 2011. Namun Perda ini belum efektif mengatur peredaran min

Hanya Ada Tiga Distributor Miras Berizin di Tulungagung
SURYA/DAVID YOHANES
Korban pesta miras pada malam takbiran Idul Adha saat dirawat di IGD RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (3/9/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Tulungagung sebenarnya sudah mempunyai Perda Pengendalian Minuman Beralkohol (Minol) sejak 2011. Namun Perda ini belum efektif mengatur peredaran minuman keras di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Santoso mengatakan, di Tulungagung hanya ada tiga distributor yang mengantongi izin penjualan miras. Izin distributor ini langsung dari Kenmenterian Perdagangan (Kemendag) RI.

“Yang punya izin hanya Café Star, Toko Seneng dan satunya saya lupa. Di luar itu pasti ilegal,” tegas Santoso.

Lanjut Santoso, izin yang dikantongi distributor ini bisa diturunkan. Misalnya tempat hiburan dibenarnya untuk menjual miras dari distributor resmi ini. Jika ada razia, maka tempat hiburan tersebut tinggal memastikan miras yang dijual berasal dari distributor resmi.

Karena itu Pemkab Tulungagung sebenarnya rugi dengan belum efektifnya Perda Minol. Sebab keuntungan dari cukai sepenuhnya masuk ke pemerintah pusat.

Seharusnya Perda tersebut mengatur penjualan, sehingga Pemkab bisa memungut keuntungan dari perizinan.

“Kalau Perda tersebut diberlakukan, justru kita yang untung. Pengawasannya juga jadi lebih mudah,” tegas Santoso.

Perda Tumpul
Bupati Tulungaung, Syahri Mulyo mengatakan, hingga saat ini belum ada titik temu dengan berbagai pihak terkait. Jika sudah ada kesamaan pandangan, Syahri yakin Perda tersebut akan memberi dampak positif. “Satpol PP bisa action ke warung, ke kaki lima untuk memberantas peredaran miras,” ucap Syahri.

Syahri mengaku sudah memerintahkan Sekda untuk mengumpulkan para pemangku kepentingan. Di antaranya adalah organisasi kemasyarakatan, yang dilibatkan dalam penertiban miras.

Namun diakui, pelibatan organisasi tersebut yang selama ini menghambat pemberlakukan Perda Minol.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help