TribunJatim/

Ini Cara Untuk Mengurangi Kesenjangan Kualitas Pelatih di Indonesia

Kualitas kepelatihan di Indonesia saat ini memang masih dalam tahap berkembang. Tetapi perkembangan dunia kepelatihan belakangan sedikit tak berjalan

Ini Cara Untuk Mengurangi Kesenjangan Kualitas Pelatih di Indonesia
Surya/ Alfi Syahri Ramadana
Fabio Oliviera, mantan asisten tim nasional era Nil Maizar saat hadir di pelatihan LPSI Coaching Course 101, Senin (11/9/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kualitas kepelatihan di Indonesia saat ini memang masih dalam tahap berkembang. Tetapi perkembangan dunia kepelatihan belakangan sedikit tak berjalan lantaran terjadi kesenjangan kualitas antara pelatih senior dan muda.

Permasalahan itu tak lepas dari masih kurangnya kesempatan bagi para pemain yang sudah memasuki usia senja untuk mengambil lisensi kepelatihan.

Sehingga hal itu menyebabkan regenerasi pelatih di Indonesia kurang berjalan maksimal.

Menurut mantan asisten tim nasional Indonesia, Fabio Oliviera kesenjangan tersebut bisa diputus dengan cara memperbanyak kursus-kursus kepelatihan.

"Sebelumnya kesempatan untuk mengambil lisensi bagi pelatih muda cukup jarang. Sehingga terjadi jarak antara pelatih muda dan senior," bebernya Senin (11/9/2017).

Disisi lain, Fabio juga berharap acara coaching course seperti yang digagas LPSI (Lembaga Sepak Bola Indonesia) bisa terus dikembangkan.

Sebab, pada kegiatan tersebut para pegiat sepak bola utamanya pelatih muda diberikan kesempatan untuk berkembang.

"Banyak hal yang bisa diambil dari kurusus LPSI Coaching Course 101 ini. Ilmu baru dalam hal kepelatihan sudah pasti didapat. Belum lagi ada hal lain seperti futsal, cara membuat program latihan. Sehingga akan banyak pengetahuan baru tentang sepak bola modern yang bisa mengurangi gap antara pelatih muda dan senior," pungkasnya. (Surya/Alfi Syahri Ramadana)

Penulis: Alfi Syhari Ramadana
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help