TribunJatim/
Home »

Jatim

Kejati Jawa Timur Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Kementerian UMKM

Pemeriksaan tersebut dilakukan mulai dari pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Kejati Jawa Timur Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Kementerian UMKM
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Dua tersangka kasus dugaan korupsi dana Kementerian UMKM saat dibawa ke mobil tahanan yang terparkir di depan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, pada Selasa (12/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menahan dua tersangka, atas dugaan korupsi dana bantuan bergulir dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) RI sebesar Rp 2 Miliar, pada Selasa (12/9/2017).

Kedua Tersangka tersebut adalah Warso Widanarto selaku Direktur bisnis LPDB KUMKM, dan Syah Rudin selaku Kepala Divisi 1 LPDB KUMKM.

Usai menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus (Pidana Khusus) Kejati Jatim, keduanya langsung digelandang ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Pemeriksaan tersebut dilakukan mulai dari pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Terlihat keduanya memakai rompi tahanan dan menutupi mukanya menggunakan koran.

Kedua Tersangka tersebut diketahui, dipanggil sebagai saksi oleh Kejati Jatim, namun langsung ditetapkan sebagai tersangka hari itu juga.

Richard Marpaung selaku Kasiepenkum Kejati Jatim mengatakan, KSP yang sudah berdiri sejak 2002 ini diindikasikan merupakan Koperasi yang tidak sehat.

Namun, tetap mengajukan pinjaman dana dari Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) yang memiliki dana dari LPDP.

KSP Tunggal Kencana Ponorogo mengajukan pinjaman ke koperasi UMKM, mencatut ratusan nama nasabah fiktif yang akan meminjam uang, namun pada faktanya setelah uang tersebut cair malah dipakai bayar utang.

Total dari pinjaman yang menggunakan catutan ratusan nama fiktif tersebut merugikan negara sebesar Rp 1,3 Miliar.

Selanjutnya, koperasi tersebut pada jatuh tempo tidak mampu membayar kembali uang yang dipinjam dari KUMKM.

“Atas perbuatan para tersangka, kerugian negara mencapai Rp 1,3 miliar,” ungkap Richard, Senin (21/8/2017).

Kedua tersangka terjerat pasal 2 dan pasal 3 UU nomer 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang ancaman hukumannya adalah 20 tahun penjara.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help