TribunJatim/

Pasien Keracunan Miras Justru Diberi Miras. Kok Bisa?

RSUD dr Iskak Tulungaung telah mengembangkan protokol penanganan keracunan metanol, atau sering disebur miras oplosan sejak delapan tahun silam.

Pasien Keracunan Miras Justru Diberi  Miras. Kok Bisa?
Surya/David Yohanes
Petugas medis menuangkan miras Red Label untuk pasien keracunan etanol 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - RSUD dr Iskak Tulungaung telah mengembangkan protokol penanganan keracunan metanol, atau sering disebur miras oplosan sejak delapan tahun silam.

Pasien dengan kondisi keracunan metanol akan diterapi menggunakan minuman keras “asli”.

Dokter Bobi Prabowo Sp.EM adalah dokter yang selama ini banyak menangani pasien keracunan metanol.

Bobi menerangkan, saat metanol sudah merasuk ke tubuh manusia, maka ikatannya perlu dilepaskan.

Caranya adalah dengan memasukkan etanol, jenis alkohol yang aman bagi tubuh manusia.

“Etanol mempunyai ikatan 10 kali lebih kuat dibanding dengan metanol,” terang Bobi.

Terapi yang dilakukan adalah memasukkan minuman keras bermerek, yang dipastikan mengandung etanol kadar tinggi.

Minuman keras tersebut dimasukkan lewat selang langsung ke lambung.

Baca: Peminum Termakan Rayuan Sales Miras

Saat etanol dimasukkan, maka zat ini akan melepaskan ikatan metanol yang berbahaya.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help