TribunJatim/

Pria di Kediri Ini Tewas Gantung Diri, Gara-garanya ini

Subowo ditemukan tewas gantung diri di sebuah kandang sapi milik orang tuanya di Dusun Santren, Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Selasa

Pria di Kediri Ini Tewas Gantung Diri, Gara-garanya ini
Surya/Mohammad Romadoni
Polisi Polsek Pagu bersama Tin Inafis Polres Kediri saat mengamakan lokasi bunuh diri. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Subowo ditemukan tewas gantung diri di sebuah kandang sapi milik orang tuanya di Dusun Santren, Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Selasa (11/9/2017).

Polisi menduga motif pria 40 tahun sampai nekat bunuh diri karena depresi terkait permasalahan keluarga.

Saksi mata Darto (62) pertama kali menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa tergantung tali tampar yang terikat di tiang kandang sapi berada persis di belakang rumah orang tua korban.

Ketika ditemukan kondisi kedua kaki korban menekuk ke belakang. Korban mengenakan jaket dan celana pendek jeans warna biru.

Kapolsek Pagu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Bowo Wicaksono mengatakan pihaknya mendapat informasi itu bergegas menuju ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Sembari menunggu tim Inafis Polres Kediri beserta petugas dari Puskesmas Pagu untuk melakukan proses identitifikasi, pihaknya memasang garis police line di sekitar lokasi kejadian.

"Dari hasil identifikasi kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban tewas murni bunuh diri dengan cara gantung diri," tutur AKP Bowo Wicaksono kepada SURYA.

Baca: Empat Kloter Jemaah Haji Indonesia Dijadwalkan Tiba di Bandara Juanda Surabaya Hari Ini

Menurut Bowo, dari hasil analisis Tim Inafis bersama petugas Puskesmas Pagu bahwa korban telah tewas sekitar enam jam. Sampai saat ini pihaknya masih meminta keterangan dari saksi sekaligus keluarga korban untuk memastikan terkait kasus bunuh diri ini.

Kemudian, sambungnya, usai proses identifikasi dan olah TKP, pihaknya mengevakuasi jasad korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad korban.



Pihak keluarga telah menerima ini adalah musibah dan sanggup membuat surat pernyataan yang meminta tidak dilakukan otopsi.

"Rencananya, jenazah korban akan dikebumikan di makam desa setempat," jelas Bowo. (Surya/Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help