TribunJatim/

Wali Kota Batu Menghendaki Semua TPS di Kota Batu Dihapus, Ini Alasannya

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menghendaki agar semua TPS di Kota Batu dihapus. Hal itu dikarenakan ER sapaannya ingin masyarakat Kota Batu bisa memila

Wali Kota Batu Menghendaki Semua TPS di Kota Batu Dihapus, Ini Alasannya
SURYA/DIDIK MASHUDI
Lokasi gunungan sampah di areal TPA 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menghendaki agar semua TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di Kota Batu dihapus. Hal itu dikarenakan ER sapaannya ingin masyarakat Kota Batu bisa memilah sampah. Mana sampah organik dan mana sampah anorganik.

"Sudah gak perlu yang namanya TPS. Masyarakat Kota Batu harus bisa memilah sampah. Itu wajib," kata dia, Selasa (12/9).

ER menjelaskan, masyarakat Kota Batu, juga diharuskan menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan dari sampah.

Ia mengakui kalau permasalahan sampah kerap jadi sorotan, dan masalah serius. Karena itu, ia meminta dan mewajibkan masyarakat Kota Batu bisa memilah sampah.

Apalagi, ER mengatakan kalau alat pencacah sampah yang sempat gagal lelang, dan juga gagal diadakan melalui e-katalog.

"Sampah di Kota Batu ini sehari bisa sampai 80 ton. Luar biasa loh itu. Keberadaan mesin itu memang dibutuhkan, pemkot maunya alat itu nanti bisa digunakan seterusnya dan bisa bermanfaat," imbuh dia.

Seperti, lanjutnya, bisa menghasilkan pupuk, tidak mengeluarkan polusi pembakaran. Sembari menunggu alat itu dilelang kembali tahun ini, ia berharap ada kerjasama dengan masyarakat.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup sudah mempersiapkan program pilah sampah jauh-jauh hari. Kepala DLH, Arief As Siddiq mengatakan masyarakat Kota Batu akan diajak memilah sampah berdasarkan sistem kalender. Di mana sistem kalender ini, sampah dipilah berdasarkan tanggalan genap dan ganjil.

"Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan. Bekerjasama dengan rt/rw, jika ada warganya yang tidak menjalankan ptogram itu tentu akan kena sanksi," kata Arief. (Sany eka putri)

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help