TribunJatim/

Melihat Dari Dekat Mengubah Kampung Narkoba di Madura Menjadi Pusat Garmen Ternama

Stigma kampung narkoba yang selama ini melekat di sejumlah desa di Madura perlahan makin memudar dengan berbagai upaya yang dilakukan.

Melihat Dari Dekat Mengubah Kampung Narkoba di Madura Menjadi Pusat Garmen Ternama
SURYA/AHMAD FAISOL
Program BPWS berupa pelatihan kerja ketrampilan menjahit dipusatkan di Desa Parseh Kecamatan Socah, Bangkalan sejak 7 September 2017. Sebanyak 20 peserta usia produktif dilibatkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengubah stigma kampung narkoba. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Stigma kampung narkoba yang selama ini melekat di Desa Parseh, Jaddih, dan Sangra Agung Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan perlahan semakin memudar.

Itu setelah pelatihan kerja berbasis kompetensi berupa teknik menjahit busana dipusatkan di Desa Parseh sejak seminggu terakhir.

"Apa sudah bisa menjahit seragam saya belum," sapa Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha kepada 20 peserta pelatihan, Rabu (13/9/2017).

20 peserta pelatihan menjahit busana itu merupakan warga dari tiga desa tersebut. Mereka berusia 19 tahun hingga 35 tahun. Terdiri dari 9 pria dan 11 perempuan yang belum mempunyai pekerjaan tetap.

Mereka digembleng teori dan praktek keterampilan menjahit busana oleh instruktur, Abu Hariadi (54), warga Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Sumenep.

Selama 240 jam atau sejak pukul 07.00 hingga pukul 17.00 selama 24 hari, mereka harus mampu menghasilkan karya berupa celana panjang, kemeja, baju perempuan, dan rok.

"Mau begini apa mau jualan sabu?," lanjut Anis, sapaan akrab Anissullah M Ridha, disambut dengan jawaban kompak, 'Mau begini saja pak'.

Kapolres kelahiran Banda Aceh itu merasa terharu ketika pertama kali memasuki lokasi pelatihan yang ditempatkan di Balai Desa Parseh itu.

Ia tidak pernah menyangka bisa sejauh ini, Deklarasi Kampung Bersih Narkoba biasanya hanya sebatas deklarasi. Tanpa ditindaklanjuti dengan program-program pemberdayaan masyarakat.

"Saya yang bukan warga sini merasa risih dengan sebutan kampung narkoba dan kampung begal. Kalian harus mampu menghilanglan stigma itu," harap Anis disambut riuh tepuk tangan peserta.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help