TribunJatim/

Melihat Dari Dekat Mengubah Kampung Narkoba di Madura Menjadi Pusat Garmen Ternama

Stigma kampung narkoba yang selama ini melekat di sejumlah desa di Madura perlahan makin memudar dengan berbagai upaya yang dilakukan.

Melihat Dari Dekat Mengubah Kampung Narkoba di Madura Menjadi Pusat Garmen Ternama
SURYA/AHMAD FAISOL
Program BPWS berupa pelatihan kerja ketrampilan menjahit dipusatkan di Desa Parseh Kecamatan Socah, Bangkalan sejak 7 September 2017. Sebanyak 20 peserta usia produktif dilibatkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengubah stigma kampung narkoba. 

Hasil pemantauan Polres Bangkalan setelah pelaksanaan Deklarasi Kampung Bersih Narkoba pada Desember 2016 silam, peredaran narkoba menurun secara signifikan.

Setelah deklarasi, dijelaskan Anis, Desa Parseh, Jaddih, dan Sanggra Agung menjadi fokus perhatian pihak kepolisian.

Polres juga mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan docking kapal untuk membuat lapangan voli.

"Ini bisa menjadi pilot project untuk dicontoh oleh desa lain. Pemerintah desa jangan menunggu. Karena bupati, saat deklarasi sudah berjanji gelontorkan program pemberdayaan melalui instansi terkait," paparnya.

Pelatihan kerja berbasis kompetensi sejatinya merupakan program Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Program pemberdayaan masyarakat itu awalnya sudah dipetakan untuk empat kabupaten di Madura.

"Kenapa saya ngotot agar difokuskan di sini? Karena saya tidak akan melepas begitu saja (setelah deklarasi). Pelatihan kerja lainnya akan menyusul," pungkasnya.

Kepala Sub Divisi Pemberdayaan BPWS Edy Slamet mengungkapkan, para peserta pelatihan akan mendapatkan dua sertifikat dari UPT Pelatihan Kerja dan Badan Nasioanal Sertifikat Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikat Profesi (LSP).

"Kelak desa ini bisa menjadi kawasan garmen. Karena menjadi pusat jujukan order menjahit dalam skala besar dan penjahit dalam jumlah banyak," ungkap Edy.

Sejak 2012 hingga 2016, BPWS telah memberikan pelatihan berbasis kompetensi kepada 1.536 warga usia produktif di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help