TribunJatim/

Melihat Dari Dekat Mengubah Kampung Narkoba di Madura Menjadi Pusat Garmen Ternama

Stigma kampung narkoba yang selama ini melekat di sejumlah desa di Madura perlahan makin memudar dengan berbagai upaya yang dilakukan.

Melihat Dari Dekat Mengubah Kampung Narkoba di Madura Menjadi Pusat Garmen Ternama
SURYA/AHMAD FAISOL
Program BPWS berupa pelatihan kerja ketrampilan menjahit dipusatkan di Desa Parseh Kecamatan Socah, Bangkalan sejak 7 September 2017. Sebanyak 20 peserta usia produktif dilibatkan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengubah stigma kampung narkoba. 

Untuk pelatihan keterampilan menjahit ini, BPWS telah mengalokasikan anggaran dengan hitungan cost unit. Di mana setiap peserta dianggarkan sebesar Rp 7 juta.

Meliputi uang makan, peralatan, perlengkapan praktek, bahan ujian kompetensi, termasuk honor instruktur.

"Selanjutnya akan ada pelatihan otomotif, las, dan ekonomi kreatif berupa desain grafis dan sablon," pungkasnya.

Peserta pelatihan, Mahmud (20), warga Desa Parseh mengaku antusias ketika mendengar pelatihan kerja keterampilan menjahit dipusatkan di desanya.

"Apalagi, selanjutnya dikabarkan akan ada pelatihan otomotif. Selama ini, saya membantu di bengkel truk milik bapak," singkat alumnus SMA Al Hikam itu kepada Surya.

Kepala UPT Pelatiha Kerja Disnaker Jatim Kabupaten Sumenep Afandi menyatakan, program pemberdayaan masrayakat seperti ini akan mampu mengurangi angka pengangguran usia produktif di Provinsi Jatim. Khususnya di Kabupaten Bangkalan.

"Pengangguran usia produktif sebanyak 9 persen dari total jumlah penduduk Jatim. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT berkisar 4,10 persen," katanya.

Ia menambahkan, tingkat pengangguran di Jatim terbilang tinggi. Tiga kabupaten penyumbang angka pengangguran terbanyak yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

"Sementara angka pengangguran di empat kabupaten di Madura masih di bawah angka 2 persen. Sekitar 1,5 persen hingga 1,9 persen. Secara nasional, berada di atas 5 persen," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help