TribunJatim/

Perkuat Listrik Madura, PLN Bangun Kabel Bawah Tanah Senilai Rp 300 Miliar

Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di Pulau Madura sekaligus menjaga kehandalan listrik, PLN membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi

Perkuat Listrik Madura, PLN Bangun Kabel Bawah Tanah Senilai Rp 300 Miliar
Surya/Sri Handi Lestari
Peresmian dimulainya pembangunan proyek kabel bawah laut dan operasional seluruh GI Jatim, di Bangkalan, Madura, Rabu (13/9/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di Pulau Madura sekaligus menjaga kehandalan listrik, PLN membangun Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) atau kabel listrik bawah tanah 150 kilo Volt (kV).

Kabel listrik ini membentang sepanjang 8,5 kilometer sirkit (kms) dari Kedinding, Surabaya hingga Tower di ujung jembatan Suramadu sisi Madura yang selanjutnya terhubung dengan jaringan transmisi 150 kV sebanyak 35 Tower menuju ke Gardu Induk (GI) Bangkalan, Madura.

Saat ini pembangunan telah selesai dan Wakil Gubenur Jawa Timur, H Saifullah Yusuf, meresmikan dimulainya pekerjaan pembangunan, Rabu (13/9/2017) di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, dekat gerbang tol Suramadu sisi Madura.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara, Djoko Rahardjo Abumanan, mengatakan proyek kabel bawah tanah yang dibangun terdiri dari dua sirkit yakni sirkit 3 dan 4, bernilai 300 milyar rupiah dan diharapkan selesai pada Juni tahun 2018.

"Kebutuhan listrik di Madura saat ini sebesar 140 MW yang dipasok oleh kabel bawah tanah sirkit 1 & 2 dengan kemampuan sebesar 200 MW. Untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan menjaga kehandalan sistem di pulau Madura, pembangunan sirkit 3 & 4 menjadi salah satu solusi disamping rencana PLN membangun pembangkit di Madura," jelas Djoko.

Selain proyek kabel bawah tanah, juga diresmikan beroperasinya Gardu Induk (GI) yang tersebar di Jawa Timur yakni GI Altaprima , GI Bambe, GIS Gunungsari, GI Jatigedong, GI Kraksaan, GI Gilitimur, GI Karangpilang.

"Proyek kabel bawah tanah dan Gardu Induk tersebar di Jawa Timur ini adalah bagian program 35.000 Megawatt yang sudah dicanangkan pemerintah pusat sebagai bentuk kerja nyata jajaran PLN untuk menerangi negeri," jelasnya.

Baca: Aw, Dirangkul Suami Nagita, Belahan di Celana Syahrini Saat Goyang Sampai Bikin Netizen Takut!

Djoko berharap dengan ketersediaan listrik yang cukup maka diharapkan dapat menarik minat para investor untuk membuka industri di Pulau Madura sehingga meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Madura.

“Selain itu juga untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Pulau Madura yang saat ini masih rendah yaitu 66 persen dibandingkan dengan rata-rata Nasional sebesar ±91 persen,” pungkas Djoko.(Surya/Sri handi lestari)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help